“Ada pedagang yang tidak menyediakan tempat sampah. Jadi pembeli membuang sampah secara sembarangan,” tuturnya, Senin, (11/12/2023).
Hal tersebut, kata Dandi, bisa dilihat dari jenis sampah yang kebanyakan adalah wadah plastik minuman.
“Padahal menggunakan dos juga bisa, yang penting sampahnya tidak berserakan dan lebih memudahkan petugas untuk mengangkut sampahnya,” imbuhnya.
Dandi menuturkan, penumpukan sampah yang terjadi di sekitar kawasan Menara Limboto itu karena ulah warga sendiri yang membuang sampah sembarangan.
“Menurut saya, ini tinggal dari kesadaran masyarakat bagaimana menjaga lingkungan kitabini agar tetap bersih. Apalagi ini tempat Ramai,”












