Disisi lain, dari keterangan korban, aksi layaknya pasangan suami isteri ini dilakakukan korban dan pelaku sebanyak dua kali, masing-masing di tahun 2021, dan awal tahun 2024.
“Dari keterangan korban ini, rangkaian kejadian karena mendapat tekanan berupa ancaman penyebaran video telanjang korban ke jejaring sosial,” tambah Leonardo.
“Untuk saat ini, pelaku sudah kami amankan lebih dulu di Rutan Mapolresta Gorontalo Kota untuk penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.(*)
Penulis: Rendi Wardani Fathan












