Gorontalo

SISKOMP2MI Buka Wawasan Siswa Soal Kerja Luar Negeri

×

SISKOMP2MI Buka Wawasan Siswa Soal Kerja Luar Negeri

Share this article
SISKOMP2MI Buka Wawasan Siswa Soal Kerja Luar Negeri
Foto bersama Pembina dan anggota SERUNI KMP dengan para Siswa-siswi di Gorontalo, Selasa (13/10/2026). (Foto: Diyanti)

Hargo.co.id, GORONTALO – Peluang bekerja di luar negeri perlu dipersiapkan sejak dini agar generasi muda tidak hanya memiliki tujuan, tetapi juga memahami persyaratan dan prosedur yang harus dipenuhi. Pemanfaatan aplikasi Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOMP2MI) menjadi salah satu cara untuk membantu siswa mengenali peluang kerja di berbagai negara.

Berita Terkait:  Buku Indonesia Merdeka di Gorontalo: Diluncurkan di HUT ke-25 Provinsi, Alarm Perjuangan Nani Wartabone

Hal tersebut disampaikan Pembina Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (SERUNI) Kabinet Merah Putih (KMP), Selvi Gibran Rakabuming, saat memberikan sambutan dalam sosialisasi peluang kerja luar negeri melalui SISKOMP2MI yang digelar Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) bagi siswa di Gorontalo.

Selvi mengatakan, melalui aplikasi tersebut, siswa dapat mencari informasi mengenai negara tujuan, jenis pekerjaan yang tersedia, hingga persyaratan yang perlu dipenuhi untuk mengisi lowongan pekerjaan.

Berita Terkait:  Presentase Perekaman e-KTP di Gorontalo Sudah Diatas 98 persen

Menurutnya, informasi itu penting dikenali sejak bangku sekolah, meskipun sebagian siswa belum memenuhi persyaratan usia untuk bekerja. Dengan begitu, mereka memiliki waktu untuk mempersiapkan diri sesuai bidang pekerjaan yang diinginkan.

“Walaupun mungkin umurnya belum cukup untuk bekerja, paling tidak adik-adik sudah punya bayangan atau pandangan. Jadi, perencanaan ke depan bisa lebih matang,” ujar Selvi.
Berita Terkait:  Gelar Pemeran UMKM dan Pelayanan Publik, Pemprov Apresiasi Kanwil Kemenkumham

Ia mencontohkan, siswa yang bercita-cita bekerja di Korea Selatan perlu mengetahui tahapan yang harus dilalui, termasuk mempersiapkan kemampuan bahasa dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Dengan bekal informasi tersebut, para siswa diharapkan dapat menyusun rencana karier secara lebih terarah setelah menyelesaikan pendidikan.

Berita Terkait:  Lepas Ekspedisi Kesehatan ke Pinogu, Wagub: Jangan Sampai Ada Warga yang Tak Terlayani

Di sisi lain, Selvi mengingatkan agar keinginan bekerja di luar negeri tidak hanya berorientasi pada gaji tinggi atau daya tarik negara tujuan. Keamanan dan kredibilitas jalur penempatan juga perlu menjadi pertimbangan utama.

“Kalau mau bekerja di luar negeri, boleh-boleh saja memilih negara yang bagus, kemudian gajinya tinggi. Tetapi, yang harus diingat, harus mendaftar melalui jalur yang aman dan tempat yang memang seharusnya,” tegasnya.

Berita Terkait:  Gorontalo Masuk Proyek Nasional Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Ground Breaking Dimulai di Gorut

Ia mengingatkan para siswa agar tidak sampai mengalami kerugian setelah mengeluarkan biaya dan melakukan berbagai persiapan,

tetapi gagal berangkat karena memilih jalur yang tidak tepat.

Berita Terkait:  Diikuti 12 Peserta, Dispora Provinsi Gorontalo Mulai Seleksi Calon PPAN

Maka dari itu, sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada siswa mengenai peluang

sekaligus tahapan yang perlu ditempuh untuk bekerja di luar negeri secara aman dan sesuai prosedur.

Berita Terkait:  Pemutakhiran Indeks Desa Membangun di Provinsi Gorontalo Rampung Tepat Waktu

Selvi juga menilai pendidikan di SMK telah memberikan bekal keterampilan bagi siswa untuk memasuki dunia kerja. Berbagai jurusan, seperti akuntansi, keperawatan, teknik, dan pariwisata, memiliki peluang untuk dikembangkan sesuai kebutuhan industri.

Ia berharap para siswa dapat memanfaatkan pendidikan dan keterampilan yang diperoleh sebagai modal

Berita Terkait:  Hadiri Evaluasi Pengelolaan Keuangan Desa, Gubernur Gusnar Tekankan Tiga Isu Prioritas

untuk meraih cita-cita, baik dengan bekerja di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Semoga semuanya nanti sukses dengan pilihan pekerjaan masing-masing. Yang mau bekerja di luar negeri juga harus sesuai dengan cita-citanya, melalui jalur yang aman dan terpercaya,” pungkasnya. (Diyanti) 

Berita Terkait:  Serahkan Bantuan Pangan di Ponelo, Wagub Idah Ingatkan Pencegahan Nikah Usia Dini