Hargo.co.id, GORONTALO – Peluang bekerja di luar negeri perlu dipersiapkan sejak dini agar generasi muda tidak hanya memiliki tujuan, tetapi juga memahami persyaratan dan prosedur yang harus dipenuhi. Pemanfaatan aplikasi Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOMP2MI) menjadi salah satu cara untuk membantu siswa mengenali peluang kerja di berbagai negara.
Hal tersebut disampaikan Pembina Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (SERUNI) Kabinet Merah Putih (KMP), Selvi Gibran Rakabuming, saat memberikan sambutan dalam sosialisasi peluang kerja luar negeri melalui SISKOMP2MI yang digelar Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) bagi siswa di Gorontalo.
Selvi mengatakan, melalui aplikasi tersebut, siswa dapat mencari informasi mengenai negara tujuan, jenis pekerjaan yang tersedia, hingga persyaratan yang perlu dipenuhi untuk mengisi lowongan pekerjaan.
Menurutnya, informasi itu penting dikenali sejak bangku sekolah, meskipun sebagian siswa belum memenuhi persyaratan usia untuk bekerja. Dengan begitu, mereka memiliki waktu untuk mempersiapkan diri sesuai bidang pekerjaan yang diinginkan.
“Walaupun mungkin umurnya belum cukup untuk bekerja, paling tidak adik-adik sudah punya bayangan atau pandangan. Jadi, perencanaan ke depan bisa lebih matang,” ujar Selvi.
Ia mencontohkan, siswa yang bercita-cita bekerja di Korea Selatan perlu mengetahui tahapan yang harus dilalui, termasuk mempersiapkan kemampuan bahasa dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Dengan bekal informasi tersebut, para siswa diharapkan dapat menyusun rencana karier secara lebih terarah setelah menyelesaikan pendidikan.
Di sisi lain, Selvi mengingatkan agar keinginan bekerja di luar negeri tidak hanya berorientasi pada gaji tinggi atau daya tarik negara tujuan. Keamanan dan kredibilitas jalur penempatan juga perlu menjadi pertimbangan utama.
“Kalau mau bekerja di luar negeri, boleh-boleh saja memilih negara yang bagus, kemudian gajinya tinggi. Tetapi, yang harus diingat, harus mendaftar melalui jalur yang aman dan tempat yang memang seharusnya,” tegasnya.
Ia mengingatkan para siswa agar tidak sampai mengalami kerugian setelah mengeluarkan biaya dan melakukan berbagai persiapan,
tetapi gagal berangkat karena memilih jalur yang tidak tepat.
Maka dari itu, sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada siswa mengenai peluang
sekaligus tahapan yang perlu ditempuh untuk bekerja di luar negeri secara aman dan sesuai prosedur.
Selvi juga menilai pendidikan di SMK telah memberikan bekal keterampilan bagi siswa untuk memasuki dunia kerja. Berbagai jurusan, seperti akuntansi, keperawatan, teknik, dan pariwisata, memiliki peluang untuk dikembangkan sesuai kebutuhan industri.
Ia berharap para siswa dapat memanfaatkan pendidikan dan keterampilan yang diperoleh sebagai modal
untuk meraih cita-cita, baik dengan bekerja di dalam negeri maupun di luar negeri.
“Semoga semuanya nanti sukses dengan pilihan pekerjaan masing-masing. Yang mau bekerja di luar negeri juga harus sesuai dengan cita-citanya, melalui jalur yang aman dan terpercaya,” pungkasnya. (Diyanti)












