Hargo.co.id, GORONTALO – Proses sertifikasi lahan masyarakat yang terdampak pembangunan jalan akses perusahaan di wilayah Popayato disebut terus mengalami kemajuan.
Hal itu disampaikan mantan Wakil Bupati Pohuwato periode 2021-2025, Suharsi Igirisa, yang menilai berbagai tahapan penyelesaian administrasi pertanahan kini berjalan lebih terarah dan mendekati tahap akhir.
Menurut Suharsi, sejumlah lahan yang sebelumnya belum memiliki legalitas kepemilikan saat ini telah melalui proses identifikasi dan pengukuran oleh pihak terkait. Bahkan, lahan miliknya sendiri termasuk dalam daftar bidang tanah yang sedang diproses penerbitan sertifikatnya.
“Alhamdulillah, lahan yang belum bersertifikat sudah dilakukan pengukuran. Saat ini tinggal menunggu proses penerbitan sertifikat dan mudah-mudahan segera selesai,” ujar Suharsi Igirisa.
Ia menjelaskan, percepatan sertifikasi lahan tidak semata menjadi tanggung jawab perusahaan, melainkan dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, masyarakat, serta didukung oleh perusahaan melalui tim yang dibentuk khusus untuk menangani proses tersebut.
Dalam pelaksanaannya, Badan Pertanahan Nasional (BPN) juga telah melakukan verifikasi lapangan dan pengukuran terhadap sejumlah bidang tanah yang belum memiliki sertifikat sebagai bagian dari tahapan administrasi yang harus dilalui.
“Prosesnya memang bertahap karena harus memenuhi seluruh persyaratan administrasi. Namun perkembangan yang ada saat ini menunjukkan progres yang cukup signifikan,” jelasnya.
Suharsi Igirisa berharap proses yang sedang berjalan dapat segera dituntaskan sehingga masyarakat memperoleh kepastian hukum atas lahan yang dimiliki. Menurutnya, kejelasan status kepemilikan tanah akan memberikan rasa aman sekaligus menghindari munculnya persoalan baru di kemudian hari.
Selain menyoroti proses sertifikasi, Suharsi juga menilai keberadaan jalan akses yang dibangun perusahaan telah memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Infrastruktur tersebut dinilai membuka keterisolasian sejumlah wilayah, memperlancar mobilitas warga, serta meningkatkan nilai ekonomi lahan yang berada di sepanjang jalur akses tersebut.
“Dulu ada lahan yang sulit dijangkau. Sekarang aksesnya sudah lebih mudah sehingga aktivitas masyarakat menjadi lebih lancar. Nilai tanah juga ikut meningkat karena sudah terbuka akses jalan,” ungkapnya.
Di tengah berbagai dinamika yang berkembang, Suharsi Igirisa mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan dialog dan komunikasi dalam menyelesaikan setiap persoalan.
Ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan agar setiap permasalahan dapat diselesaikan secara konstruktif.
“Kalau ada persoalan, sebaiknya dibicarakan bersama dan disampaikan melalui jalur yang tepat. Dengan komunikasi yang baik, solusi akan lebih mudah ditemukan dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” katanya.
Sebagai mantan pimpinan daerah, Suharsi menegaskan bahwa investasi yang masuk ke Pohuwato perlu mendapat dukungan selama dijalankan sesuai ketentuan dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia menilai keberadaan investasi telah ikut mendorong pertumbuhan wilayah, khususnya di kawasan Popayato yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
“Harapan kita tentu daerah tetap kondusif, masyarakat merasakan manfaat pembangunan, dan investasi bisa berjalan berdampingan dengan kepentingan warga,” tutupnya.(*)












