Metropolis

Kesal dengan Rusaknya Demokrasi, HMI Gelar Demo di Perlimaan Telaga

×

Kesal dengan Rusaknya Demokrasi, HMI Gelar Demo di Perlimaan Telaga

Sebarkan artikel ini
Kesal dengan Rusaknya Demokrasi, HMI Gelar Demo di Perlimaan Telaga
Aksi demo yang digelar HMI Cabang Gorontalo di perlimaan Telaga, Jumat (9/2/2024). (Foto: Rizki Tahtiar Dalanggo/Mahasiswa Magang UNG)

Hargo.co.id, GORONTALO – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Gorontalo menggelar aksi demo di perlimaan Telaga, Jumat (9/2/2024). Aksi itu dilakukan, karena para pendemo kesal dengan demokrasi bangsa yang selama ini terawat dengan baik, rusak hanya karena kepentingan segelintir orang.

Berita Terkait:  Ratusan Butir Obat Keras Tanpa Resep Dokter Diamankan Polresta Gorontalo Kota

“Ya, hari ini kami tegas. Kami HMI cabang Gorontalo, menyatakan sikap sebagai bentuk protes kepada pemerintah, melihat situasi kebangsaan, situasi kerusakan hukum, etika dan berujung pada perusakan demokrasi,” ungkap Wakil Korlap, Rivaldi Hapili ketika diwawancarai awak media.

Menurutnya, Pemilu kali ini, terdapat banyak kejanggalan. Diantaranya, beberapa peraturan yang sudah melanggar hukum, etika dan lain sebagainya. Rivaldi mencontohkan aturan yang telah dilanggar tersebut, yakni dugaan tidak netralnya Presiden Jokowi.

Berita Terkait:  Personil Samapta Polresta Gorontalo Kota Bantu Warga Terdampak Banjir

“Pertama, kami meminta Presiden Jokowi harus netral. Sebagai pejabat negara, tapi dia (Jokowi) mau ikut politik bersama keluarga. Ya, kami minta lebih baik mundur,” tegas Rivaldi.

Selain meminta Jokowi netral, Rivaldi juga meminta dengan tegas memberhentikan oknum pejabat negara yang sudah terbukti melakukan pelanggaran-pelanggaran etik.

Berita Terkait:  Aktivitas PETI di Balayo Diduga Gunakan Alat Berat, Kades: Mungkin Ada 8 Ekskavator

“Ketiga kami meminta seluruh pejabat pemerintahan yaitu menteri yang sudah terbukti melakukan money politik itu kami minta tolong sadar dan tolong kalian pertegas posisi kalian. Silahkan mundur dari jabatan,” tukasnya.

Terakhir, Rivaldi mengemukakan, seluruh masyarakat menginginkan Pemilu yang damai, adil, dan beretika. Sebab, menurutnya, Pemilu yang adil dan beretika akan menghasilkan pemimpin yang adil dan lebih utama lagi pemimpin yang berpihak kepada kepentingan rakyat.(*) 

Berita Terkait:  Mahasiswi yang Nekat Gadaikan Laptop Rekannya: Hanya untuk Foya-foya

Penulis: Rizki Tahtiar Dalanggo/Mahasiswa Magang UNG
Editor: Rendi Wardani Fathan