HeadlineMetropolis

Diduga Rugikan Negara Rp 2 Miliar, 3 Kontraktor Proyek SPAM Dungingi Ditetapkan Tersangka

×

Diduga Rugikan Negara Rp 2 Miliar, 3 Kontraktor Proyek SPAM Dungingi Ditetapkan Tersangka

Share this article
Diduga Rugikan Negara Rp 2 Miliar, 3 Kontraktor Proyek SPAM Dungingi Ditetapkan Tersangka
Kejari Kota Gorontalo saat menggelar Konfrensi pers terkait Penetapan Tersangka Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pekerjaan Optimalisasi SPAM Dungingi, Rabu (20/3/2024). (Foto: Suci Amanah untuk HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo menetapkan tiga tersangka kasus dugaan tindak pidana Korupsi pada pekerjaan optimalisasi sistem penyediaan air minum (SPAM) Dungingi Tahun 2022.

Berita Terkait:  Satu Unit Bentor Bermuatan Galon Berisi BBM Hangus Terbakar

Hal tersebut disampaikan Kepala Kejari Kota Gorontalo, Edy Hartoyo dalam konfrensi pers yang berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo, Rabu (20/3/2024).

“Ketiga tersangka yaitu MYA selaku Direktur PT Raya Sinergis dan MREP selaku K3 PT Raya Sinergis,” kata, Edy Hartoyo dalam keterangannya kepada awak media.

Berita Terkait:  Gelar Operasi Pekat, Polisi Amankan Sejumlah Pasangan Diluar Nikah

“Tersangka lainnya yaitu RCT selaku Penyedia atau Kontraktor yang melaksanakan pekerjaaan dengan cara meminjam perusahaan PT. Raya Sinergis,” lanjutnya.

Dirinya mengatakan, para tersangka diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi dalam pekerjaan Optimalisasi SPAM Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo tahun anggaran 2022 pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo.

Berita Terkait:  Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Organisasi Media di Gorontalo akan Gelar Demo

PT. Raya Sinergis merupakan Kontraktor Pelaksana dengan nilai kontrak sebesar Rp.13.706.845.090,91 yang bersumber dari Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Proyek ini diduga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 2 M, tepatnya Rp. 2.050.856.210,80. Anggarannya dari dana PEN,” ucap Edy.

Berita Terkait:  Seorang Warga Bone Bolango Meninggal Dunia Diduga Akibat DBD

Dirinya menjelaskan, angka tersebut sebagaimana Laporan Hasil Audit Penghitungan yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Sebelum penetapan tersangka dalam kasus tersebut, kata Edy, pihaknya telah melakukan sejumlah pemeriksaan yang menghadirkan sejumlah saksi.

Berita Terkait:  Lolosnya 4 Kontainer Batu Hitam, Kapolda Diminta Jangan Tunggu Gelombang Demonstrasi

“Penyidik telah memeriksa sebanyak 22 orang Saksi, termasuk juga ahli pidana, ahli BPKP dan ahli LKPP. Juga berdasarkan pada hasil perhitungan fisik,” pungkasnya.(*)

Penulis: Suci Amanah Putri Ligatu/ Tasya Anugrah Putri Dilapanga/Kharisma Aulia/ Mahasiswa Magang UNG
Editor: Sucipto Mokodompis 

Berita Terkait:  Jaga Gangguan Kamtibmas di Pilkada, Polres Gorontalo Sita Ratusan Botol Miras dari Pedagang Nakal