Kabar Nusantara

Maledungga 2025 Libatkan Puluhan Seniman

×

Maledungga 2025 Libatkan Puluhan Seniman

Share this article
Maledungga 2025 Libatkan Puluhan Seniman
Foto bersama antara panitia dan seniman dalam pembukaan kegiatan pentas seni panen padi Maledungga 2025 di Desa Huntu Selatan, Kabupaten Bone Bolango. (Foto: Marsya Paloa/Mahasiswa magang UNG)

Hargo.co.id, GORONTALO – Perayaan panen padi tradisional Gorontalo, Maledungga, kembali digelar dengan meriah, kali ini mengangkat tema “Suaka”.

Berita Terkait:  Polri Kedepankan Tindakan Humanis pada Pengamanan KTT AIS Forum 2023

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Maledungga kali ini menghadirkan seniman skala yang lebih besar. Ya, sebanyak 40 seniman akan menampilkan karya-karya mereka di tiga lokasi penggilingan padi. Yaitu, di Kajami, Kami’u, dan Hardis Studio.

Acara pembukaan dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, termasuk perwakilan pemerintah desa Huntu Selatan, akademisi dari UNG, tokoh sesepuh Gorontalo, aktivis lingkungan, serta para pemilik penggilingan padi, Kak Jami dan Kami’u, yang telah memberikan dukungan besar terhadap kegiatan seni ini.

Berita Terkait:  Donor Darah Peringatan HPN ke-80 yang Digelar Wartawan Kabgor Disambut Antusias Ragam Kalangan

Inisiator acara menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, terutama atas dukungan ruang dan tempat yang diberikan oleh pemilik penggilingan padi. Tahun ini, sebuah gudang baru milik Kami’u turut difungsikan sebagai ruang pameran, menambah semarak acara.

Kurator seni rupa terkemuka dari Indonesia, Bobby Adrian, turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap pelqksanaan Maledungga. la menekankan pentingnya seni yang dekat dengan masyarakat, sejalan dengan semangat kerja Biennale Jogja.

Berita Terkait:  Tiga Macam Transformasi yang Perlu Dilakukan ISNU

“Saya berharap dapat kembali berpartisipasi dalam perayaan Maledungga di tahun-tahun mendatang,” kata dia.

Pameran ini menampilkan 43 peserta, terdiri dari seniman individual, kelompok mahasiswa, kolektif seni, serta seniman dari Makassar dan Lombok. Mereka mengeksplorasi tema “Suaka” dari berbagai perspektif, termasuk isu lingkungan, HAM, perempuan, komunitas adat, dan pangan lokal.

Berita Terkait:  Dugaan Salah Tangkap Kericuhan di Pohuwato, Kapolda: Akan Kami Periksa

Selain pameran karya rupa, Maledungga juga menyajikan beragam program menarik, seperti diskusi seni,

workshop pertanian dan pangan, pemutaran film, orasi kebudayaan, permainan anak-anak tradisional,

Berita Terkait:  Penyebab Kecelakaan Pesawat SAM Air Mulai Diusut KNKT

serta pasar kuliner Ambu. Rangkaian acara ini terbuka untuk partisipasi masyarakat luas dan berlangsung di tiga lokasi pameran. (MG-05/MG-07/MG-09/MG-11)