Gorontalo

Tingkatkan Kapasitas Pengelola Perpustakaan, Dinas Arpus Gelar Bimtek Literasi Informasi

×

Tingkatkan Kapasitas Pengelola Perpustakaan, Dinas Arpus Gelar Bimtek Literasi Informasi

Share this article
Tingkatkan Kapasitas Pengelola Perpustakaan, Dinas Arpus Gelar Bimtek Literasi Informasi
Kepala Dinas Arpus Provinsi Gorontalo, Ridwan Hemeto ketika memberikan sambutan sekaligus membuka Bimtek literasi informasi, Selasa (17/6/2025). (Foto: Fitra Usman/Mahasiswa magang UNG)

Hargo.co.id, GORONTALO – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Gorontalo menggelar bimbingan teknis (Bimtek) literasi dan informasi pada Selasa, 17 Juni 2025.

Berita Terkait:  Gusnar Ismail Apresiasi Sabuk Kamtibmas, Dorong Partisipasi Warga Jaga Daerah

Kegiatan yang dilangsungkan di kantor Dinas Arpus ini, dihadiri oleh pegiat literasi, pengelola perpustakaan sekolah, serta para guru, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Arpus Provinsi Gorontalo, Ridwan Hemeto.

Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Arpus Provinsi Gorontalo, Syahrudin melaporkan tujuan kegiatan tersebut. Yaitu, untuk meningkatkan kapasitas pengelola perpustakaan.

Berita Terkait:  Fima Agustina Dorong Pemuda Gorontalo Geluti Sulam Karawo

Selain itu, kata dia, juga untuk meningkatkan pemahaman para pustakawan, guru, dan pegiat literasi terhadap kemampuan menelusuri, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara relevan di tengah derasnya informasi yang berpotensi hoax.

Bimtek ini diikuti oleh total 150 peserta yang dibagi dalam tiga tahap. Hari pertama dan kedua berlangsung di kantor Dinas Arpus Provinsi Gorontalo, sementara hari ketiga akan dilaksanakan di Perpustakaan Kabupaten Gorontalo Utara.

Berita Terkait:  Bandara Pohuwato Akan Diresmikan Presiden Jokowi Pekan Depan

Kepala Dinas Arpus, Ridwan Hemeto, dalam sambutannya menyoroti sejumlah persoalan penting terkait kondisi perpustakaan di Provinsi Gorontalo. Ia menyebutkan empat tantangan utama yang masih dihadapi, yakni pembangunan perpustakaan yang belum merata, kesenjangan prasarana dan kelembagaan, ketimpangan jumlah dan kualitas SDM perpustakaan, serta masih banyaknya perpustakaan yang belum memenuhi standar.

“Dari total 1.585 lembaga perpustakaan di Gorontalo, baru 141 yang terakreditasi, bahkan 88 di antaranya telah kadaluarsa akreditasinya,” ungkap Ridwan.

Berita Terkait:  Kejurnas Anggar di Sulteng, Kontingen Gorontalo Siap Harumkan Nama Daerah

Dia juga menyampaikan tingkat minat baca masyarakat Gorontalo yang menunjukkan tren peningkatan. Nilai kegemaran membaca tahun 2024 tercatat sebesar 64,59 persen, naik 2,16 persen dari tahun sebelumnya.

Indeks pembangunan literasi masyarakat (IPLM) juga mengalami peningkatan dari 70,39 persen pada 2023

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Sambut Kepulangan 393 Jemaah Haji Kloter 28

menjadi 77,46 persen di tahun ini, meski masih berada pada kategori “sedang”.

“Kita tidak boleh puas dengan angka ini. Diperlukan gerakan literasi yang masif, dimulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi, dari hulu sampai hilir,” tegasnya.
Berita Terkait:  Berkunjung ke Gorontalo, Mentan Lepas Ekspor Jagung ke Filipina

Solusi untuk mewujudkan gerakan literasi yang masif, menurut Ridwan, perpustakaan perlu bertransformasi

menjadi pusat peningkatan taraf hidup masyarakat, bukan sekadar tempat membaca dan meminjam buku.

Berita Terkait:  Jadi Bagian Pembentukan Generasi Penerus, Gusnar: Literasi Bukan Program Tambahan

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga pengelola perpustakaan sekolah.

“Hal ini merupakan tanggung jawab stakeholder yang ada baik itu provinsi kabupaten atau kota termasuk pengelola perpustakaan sekolah,

Berita Terkait:  Ribuan Liter Miras Hasil Sitaan Satpol PP Dimusnahkan

dan untuk mewujudkan itu semua tentu harus ada sebuah gerakan secara masif mulai dari SD sampai perguruan tinggi mulai dari hulu sampai ke hilir

sebab secara kelembagaan dan sumber daya perpustakaan juga senafas dengan cita-cita melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi nasional,” ujarnya.

Berita Terkait:  Jaga Stabilnya Angka Inflasi Gorontalo, TPID Diminta Tetap Satu Persepsi

Bimtek ini sendiri didanai melalui DAK dan bantuan dari Perpustakaan Nasional, sebagai bagian dari upaya memperkuat kelembagaan perpustakaan di daerah.

“Kita berharap, melalui bimtek ini, kapasitas pengelola perpustakaan meningkat sehingga mampu menjalankan fungsinya dengan maksimal 

Berita Terkait:  Gusnar Ismail Jalani Sesi Pemotretan Jelang Pelantikan 20 Februari

dan mencetak generasi cerdas yang mampu bersaing di tingkat global,” pungkas Ridwan.(Mg-10)