Gorontalo

Kota Gorontalo Capai Titik Kulminasi Maksimum, Kolaborasi dan Intervensi Harus Maksimal

×

Kota Gorontalo Capai Titik Kulminasi Maksimum, Kolaborasi dan Intervensi Harus Maksimal

Sebarkan artikel ini
Kota Gorontalo Capai Titik Kulminasi Maksimum, Kolaborasi dan Intervensi Harus Maksimal
Diskusi akhir tahun dengan tema Refleksi Ekonomi 2025 dan Outlook Ekonomi 2026 bertempat di Aula Kantor Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo, Senin (29/12/2025).

Hargo.co.id, GORONTALOPemerintah Provinsi Gorontalo menggelar agenda diskusi akhir tahun dengan tema Refleksi Ekonomi 2025 dan Outlook Ekonomi 2026 bertempat di Aula Kantor Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo, Senin (29/12/2025).

Berita Terkait:  Perayaan Natal Berlangsung Aman, Ricardo: Terima Kasih Pj Gubernur dan Forkopimda

Salah satu yang menarik dalam bahasan agenda ini, adalah paparan Tim Peneliti Kajian Aglomerasi Kota Gorontalo, Syarwani Canon.

Pakar ekonomi wilayah yang pernah berkontribusi dalam riset pengembangan wilayah Kota Manado ini menggambarkan secara gamblang bahwa

Berita Terkait:  Prabowo Terima Lencana Emas dari KTNA, Simbol Dukungan Petani dan Nelayan Indonesia

Kota Gorontalo saat ini telah mencapai titik kulminasi maksimum sebagai Kota dan Ibukota Provinsi Gorontalo.

“Dengan limitasi luasan administratif seperti saat ini dan berbagai intervensi yang dilakukan, maka hasilnya tetaplah tidak akan maksimal,” ujar Syarwani.

Berita Terkait:  Kunjungi Kemen ESDM, Gusnar Desak Percepatan Penyelesaian Dokumen Pengelolaan WPR

Lebih lanjut dijelaskan, secara ilmiah, hal ini tergambarkan dalam rekomendasi dengan bobot 4,5 untuk melakukan ekstensifikasi,

menyusul perbaikan manajemen tata kelola 4,25 dan barulah terakhir intensifikasi dengan bobot 3,67.

Berita Terkait:  Gubernur dan Bupati Temui Sandiaga Uno, Bahas Rencana Pendirian Bank Daerah

Oleh karena itu, belumlah terlambat jika kendala limitasi administrasi wilayah dapat dikolaborasikan dengan baik,

maka proses perkembangan dioptimasi akan berjalan baik bersamaan dengan perbaikan tata kelola dan kiat intensifikasi tersebut.

Berita Terkait:  Tak Lagi Seleksi Terbuka, Penjagub Berharap Pengisian Jabatan Bebas Intervensi Politik

“Sebagai contoh untuk saat ini saja kita bisa mencermati beberapa fasilitas umum dan sosial, bahkan infrastruktur penunjang sudah tidak bisa lagi diakomodir oleh kapasitas dan daya tampung Kota Gorontalo,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Bapppeda Provinsi Gorontalo Wahyudin Katili menyampaikan bahwa memang pada dasarnya

Berita Terkait:  Fima Agustina Dorong Pemuda Gorontalo Geluti Sulam Karawo

di tahun 2025 ini Pemprov secara ilmiah mencoba untuk memandang dan mendudukkan beberapa permasalahan

dari aspek sudut pandang kajian akademik, bukan sekedar bercerita atau berkata-kata saja.

Berita Terkait:  Kemenpora Gelar Seleksi PPAN 2025, Gorontalo Utus Lima Delegasi

“Kita harus mulai membiasakan berpikir dalam kerangka logis dan akademik untuk menunjang pengalaman dan kondisi empiris. Bukan hanya sekedar mengemukakan pendapat apalagi jika merasakan minim wawasan terkait hal tersebut, sehingga nantinya proses perencanaan dan implementasi pembangunan harus berjalan seirama antara peran birokrasi, praktisi dan akademisi” tutupnya.(Rls)