Hargo.co.id, GORONTALO – Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo (Kabgor) dari daerah pemilihan Tibawa dan Pulubala menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara pemerintah kecamatan dan para wakil rakyat.
Pesan tersebut disampaikan saat agenda reses di Kantor Kecamatan Tibawa, Senin (9/2/2026).
Salah satu anggota DPRD Kabgor Dapil Tibawa dan Pulubala, Safrudin Hanasi, mengungkapkan bahwa camat yang baru dilantik beberapa bulan terakhir tentu masih dalam tahap beradaptasi dengan kondisi sosial masyarakat Tibawa.
Karena itu, ia berharap pola komunikasi yang dibangun tidak membatasi ruang interaksi dengan pihak mana pun.
“Kami berharap komunikasi dengan masyarakat maupun dengan seluruh anggota dewan dibangun tanpa sekat dan tanpa perlakuan berbeda,” ujarnya.
Safrudin Hanasi menegaskan, kurangnya koordinasi dapat berdampak pada terhambatnya program pembangunan di kecamatan.
Padahal, di dapil Tibawa dan Pulubala terdapat tujuh anggota DPRD yang siap mendukung berbagai kegiatan dan menyelesaikan persoalan di wilayah tersebut.
Menurutnya, pemerintah kecamatan dan anggota legislatif memiliki tanggung jawab yang sama dalam menyukseskan program pemerintah daerah.
Jika komunikasi tidak berjalan baik, dukungan yang seharusnya bisa dimaksimalkan justru tidak tersalurkan secara optimal.
Ia juga menyinggung pelaksanaan Car Free Day yang baru diluncurkan di Kecamatan Tibawa.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah anggota dewan dari dapil setempat disebut tidak menerima undangan.
“Kejadian seperti itu sebaiknya tidak terulang. Kami di dapil Tibawa–Pulubala ada tujuh orang, bukan hanya satu atau dua. Semua perlu dilibatkan agar sinergi terjaga,” tegas aleg tiga periode tersebut.
Melalui reses itu, para anggota DPRD berharap hubungan koordinatif antara legislatif dan pemerintah kecamatan dapat semakin solid, sehingga setiap program pembangunan berjalan lebih efektif dan menyentuh kebutuhan masyarakat.(Deice)












