Hargo.co.id, GORONTALO – Persoalan sampah menjadi sorotan utama dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025 yang digelar pada Senin (20/4/2026) malam.
Dalam forum tersebut, DPRD menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah daerah, dengan isu pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian paling krusial.
Wakil Ketua DPRD Kota Gorontalo, Rivai Bukusu, menegaskan bahwa peningkatan volume sampah harus segera ditangani secara serius. Ia menyebut, produksi sampah di Kota Gorontalo saat ini telah menembus angka lebih dari 90 ton per hari.
“Rekomendasi yang kami sampaikan mencakup perbaikan di berbagai sektor, terutama pengelolaan sampah. Saat ini volumenya sudah mencapai lebih dari 90 ton per hari,” ujar Rivai.
Menurutnya, tingginya produksi sampah berasal dari berbagai sumber, mulai dari rumah tangga, pelaku usaha, hingga sektor perhotelan.
Kondisi ini menunjukkan adanya tren peningkatan signifikan yang memerlukan langkah penanganan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Semua sektor menyumbang, baik rumah tangga, usaha, maupun perhotelan. Ini yang menyebabkan volume sampah terus meningkat,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel turut memberikan tanggapan atas seluruh rekomendasi yang disampaikan DPRD. Pemerintah, kata Rivai, telah merespons setiap catatan yang disampaikan dalam forum paripurna tersebut.
“Seluruh rekomendasi DPRD sudah dijawab oleh Pak Wakil Wali Kota dalam rapat tadi,” jelasnya.
DPRD berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, khususnya dalam meningkatkan sistem pengelolaan sampah, guna mencegah dampak lingkungan yang lebih luas di masa mendatang.
Dengan produksi sampah yang mencapai puluhan ton per hari, sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan Kota Gorontalo yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.(Mg-08)












