Hargo.co.id, GORONTALO – Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, memimpin rapat pembahasan kesiapan Pemerintah Kota Gorontalo dalam mengikuti program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) yang digagas Kementerian Dalam Negeri, Senin (2/3/2026), di ruang kerjanya.
Rapat tersebut difokuskan pada pemenuhan persyaratan teknis dan administratif agar Kota Gorontalo dapat ditetapkan sebagai salah satu daerah penerima program.
LSDP merupakan program Kemendagri yang mendapat dukungan dari World Bank untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah di daerah terpilih. Program ini mendorong pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dengan pendekatan zero waste dan ekonomi sirkular.
Dalam pembahasan, salah satu syarat utama yang mengemuka adalah ketersediaan lahan minimal 1,8 hingga 2 hektare yang tidak dapat dikurangi.
Pemerintah daerah saat ini tengah melakukan penapisan lokasi untuk skema on granting, dengan salah satu kawasan yang dikaji berada di Kelurahan Buliide, dengan mempertimbangkan aspek teknis serta jarak dari permukiman warga.
Selain kesiapan lahan, pemerintah juga menyiapkan data produksi sampah harian sebagai bagian dari kelengkapan administrasi yang dipersyaratkan Kemendagri.
Program LSDP membuka peluang pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern, termasuk opsi pembangkit listrik tenaga sampah, dengan investasi mesin yang disesuaikan kapasitas timbulan sampah harian daerah.
Dari sisi pembiayaan, apabila Kota Gorontalo dinyatakan lolos seleksi, pemerintah daerah diwajibkan menyiapkan dana pendamping
atau dana talangan dengan nilai maksimal mencapai Rp150 miliar sesuai ketentuan program.
“Fokus kita di program LSDP ini. Semoga lolos. Kalau tidak, kita harus siapkan plan B,” ujar Indra dalam rapat tersebut.
Ia menegaskan bahwa persoalan sampah telah menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan masuk dalam agenda prioritas nasional,
sehingga pemerintah daerah perlu memperkuat sistem pengelolaan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Meski belum mengalokasikan anggaran khusus untuk proyek tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo tetap menunjukkan komitmen melalui penyediaan data, kesiapan administrasi, serta pemenuhan seluruh persyaratan teknis yang dibutuhkan.
Apabila berhasil lolos, program ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Gorontalo
sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis ekonomi sirkular.(Adv)












