Legislatif

Diduga Tak Sesuai Aturan, Pengangkatan Kapus Diselidiki Komisi IV DPRD Kabgor

×

Diduga Tak Sesuai Aturan, Pengangkatan Kapus Diselidiki Komisi IV DPRD Kabgor

Share this article
Diduga Tak Sesuai Aturan, Pengangkatan Kapus Diselidiki Komisi IV DPRD Kabgor
Suasana rapat dengar pendapat yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gorontalo.

Hargo.co.id, GORONTALO – Komisi IV DPRD Kabupaten Gorontalo menindaklanjuti polemik pelantikan 23 kepala puskesmas (kapus) se-Kabupaten Gorontalo yang dinilai bermasalah melalui rapat dengar pendapat (RDP), Selasa (7/4/2026).

Berita Terkait:  DPRD Kabgor Sahkan Tiga Ranperda Jadi Perda

RDP yang dipimpin Ketua Komisi IV, Jayusdi Rivai, itu mengungkap sejumlah persoalan krusial. Salah satunya, terdapat 10 orang yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas diduga belum memenuhi persyaratan yang berlaku.

Jayusdi Rivai menegaskan, pihaknya akan menggelar rapat lanjutan dengan menghadirkan Tim Penilai Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) guna menelusuri proses pengusulan hingga penetapan para Plt tersebut.

Berita Terkait:  Sektor Pertanian Harus Jadi Program Prioritas

“Kesannya, yang mengajukan dan melakukan rapat penentuan adalah tim penilai kinerja. Karena itu, kami akan mengundang mereka untuk menjelaskan hal-hal yang berkembang saat ini,” ujar Jayusdi Rivai.

Ia juga mengungkapkan adanya indikasi penyesuaian jabatan yang dilakukan untuk memenuhi syarat teknis tertentu.

Berita Terkait:  Sejumlah Kantor OPD di Gorut Memprihatinkan, Robinson: Suasananya Sangat Horor

Hal ini justru menimbulkan pertanyaan terkait prosedur yang ditempuh dalam proses pengangkatan.

“Nanti tindak lanjutnya akan kami lakukan melalui rapat bersama tim penilai kinerja, untuk membahas tahapan pengangkatan tersebut,” jelasnya.

Berita Terkait:  Target Pendapatan dan Belanja Pemkab Gorut Tahun 2025 bakal Berubah

Berdasarkan kesimpulan sementara, Komisi IV menilai pengangkatan Plt Kepala Puskesmas tidak sepenuhnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Oleh karena itu, DPRD merasa perlu menggali penjelasan secara rinci.

Berita Terkait:  KUR Belum Cair, Petani Jagung di Gorut Kesulitan Beli Pupuk

Langkah ini, lanjut Jayusdi, juga sebagai upaya melindungi ASN di lingkungan pemerintah daerah agar tidak mengambil keputusan yang berpotensi menimbulkan implikasi hukum.

“Ini juga untuk melindungi teman-teman ASN agar tidak melakukan hal yang bisa berimplikasi hukum,” tegasnya.

Berita Terkait:  Koperasi Merah Putih Diyakini Jadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat

Komisi IV DPRD Kabupaten Gorontalo pun akan secara resmi menyurati Tim Penilai Kinerja untuk menghadirkan seluruh dokumen terkait proses pengangkatan tersebut.

“Kami akan menyurat agar seluruh dokumen, khususnya yang berkaitan dengan persoalan ini, dapat dibuka secara transparan,” tandas Jayusdi Rivai.

Berita Terkait:  Zulfikar: Tradisi Doa Lo Ulipu Harus Tetap Dipertahankan

RDP tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan, BKPSDM, serta Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kabupaten Gorontalo.(Deice)