Kab. Gorontalo

Cegah Radikalisme Sejak Dini, Pemkab Gorontalo Perkuat Pengawasan Anak di Era Digital

×

Cegah Radikalisme Sejak Dini, Pemkab Gorontalo Perkuat Pengawasan Anak di Era Digital

Share this article
Cegah Radikalisme Sejak Dini, Pemkab Gorontalo Perkuat Pengawasan Anak di Era Digital
Wabup Tonny S. Junus tengah beraudiensi dengan tim Densus 88 didampingi Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Gorontalo.

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus memperkuat langkah pencegahan penyebaran paham radikalisme dan kekerasan di kalangan anak usia dini dan pelajar.

Berita Terkait:  Wabup Tonny Apresiasi Kemajuan Kabupaten Boalemo

Upaya tersebut ditandai dengan audiensi antara Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, bersama Tim Densus 88 Antiteror Polri.

Pertemuan yang turut dihadiri Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Gorontalo, Muchtar Potutu, itu menitikberatkan pada strategi pencegahan infiltrasi paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, hingga terorisme di lingkungan pendidikan, mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA/sederajat.

Berita Terkait:  Sofyan-Tony Jalani Proses Adat Moloopu

Selain itu, peran orang tua juga ditekankan sebagai garda terdepan dalam melindungi anak di lingkungan keluarga.

Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan anak, khususnya di ruang digital.

Berita Terkait:  Festival Tutulu Meriahkan Tahun Baru Islam, Sofyan Puhi Dorong Jadi Agenda Tahunan Daerah

Pada tahun 2026, Pemkab Gorontalo mulai mengimplementasikan kebijakan pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun, terutama bagi siswa SD dan SMP.

“Kami akan menyusun program bersama OPD terkait, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kominfo, serta Dinas Perlindungan Anak, untuk mengatur penggunaan handphone di kalangan siswa. Tujuannya melindungi anak dari konten negatif, termasuk radikalisme dan dampak penggunaan media sosial yang berlebihan,” ujar Tonny.

Berita Terkait:  Resmi! Pantungo, Tenggela, dan Tinelo Jadi Percontohan Desa Cantik 2026

Ia menegaskan, kebijakan tersebut bukan untuk melarang penggunaan gawai, melainkan mendorong pengawasan aktif dari guru, orang tua,

serta seluruh pemangku kepentingan terhadap aktivitas digital anak.

Berita Terkait:  Sekolah Terpencil di Kabgor bakal Diisi Kepsek Baru

Menurutnya, pembatasan akses media sosial bagi anak merupakan langkah strategis dalam menjaga kesehatan mental

sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Berita Terkait:  ASN Pemkab Gorontalo Tunjukkan Semangat Nasionalisme di Apel Semarak HUT ke-80 RI

“Era digital tidak bisa dihindari. Karena itu, peran guru dan orang tua sangat penting dalam membentuk perilaku anak. Anak membutuhkan teladan, sehingga literasi digital yang positif harus terus dibangun,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Gorontalo, Muchtar Potutu, menekankan pentingnya pengawasan dalam pemanfaatan teknologi.

Berita Terkait:  Program Paras ST, Pemkab Gorontalo Siapkan 1.000 Paket Bahan Pokok per Kecamatan

Ia menyebut, penggunaan aplikasi parental control dapat menjadi salah satu solusi untuk membatasi

akses anak terhadap konten berbahaya, termasuk konten radikalisme.

Berita Terkait:  Perkuat Layanan Publik, Pemkab Gorontalo Terapkan Program BSP

Kominfo, lanjutnya, juga terus mendorong peningkatan literasi digital masyarakat melalui berbagai sosialisasi penggunaan gawai secara bijak,

serta mendukung penerapan aturan pembatasan penggunaan perangkat di lingkungan sekolah.

Berita Terkait:  Perkuat Dakwah dan Pemberdayaan Perempuan, Pemkab Gorontalo Apresiasi Kiprah ‘Aisyiyah

“Melalui sinergi antara Densus 88, pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua, diharapkan tercipta ruang digital yang aman dan sehat bagi generasi muda di Kabupaten Gorontalo,” pungkasnya.(Adv)