Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo menggelar doa pelepasan bagi 264 jemaah calon haji (JCH) di Banthayo lo Yiladia, Rabu (29/4/2026).
Suasana khidmat mewarnai prosesi yang menjadi awal perjalanan spiritual para jemaah menuju Tanah Suci.
Ratusan JCH tersebut dijadwalkan bertolak pada 10 Mei mendatang untuk menunaikan ibadah haji tahun 1447 Hijriah. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memantapkan kesiapan mental dan spiritual sebelum keberangkatan.
Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, dalam sambutannya menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan panggilan suci yang penuh makna.
“Kesempatan ini adalah kemuliaan. Tidak semua orang mendapat panggilan untuk berhaji, sehingga harus disyukuri dengan kesungguhan dalam beribadah,” ujarnya.
Ia mengingatkan, berbagai persiapan yang telah dijalani, mulai dari manasik hingga pemeriksaan kesehatan,
harus menjadi bekal utama dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Mekkah.
Lebih dari itu, Indra Gobel menitipkan pesan agar para jemaah menjaga akhlakul karimah serta nama baik daerah selama berada di luar negeri.
Menurutnya, setiap jemaah membawa identitas Kota Gorontalo di mata dunia.
“Tunjukkan akhlak yang baik sebagai cerminan masyarakat Gorontalo yang religius dan berbudaya. Perkuat persaudaraan, perbanyak doa, zikir, dan amalan sunah,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan kekompakan antarjemaah. Kondisi cuaca ekstrem dan padatnya aktivitas ibadah di Tanah Suci membutuhkan kesiapan fisik serta solidaritas yang kuat.
Selain itu, para petugas haji diminta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab agar seluruh proses ibadah berjalan lancar.
Di akhir kegiatan, Indra Gobel secara resmi melepas keberangkatan para jemaah dengan doa agar seluruh peserta diberikan keselamatan serta meraih haji mabrur.
“Semoga selalu diberi kesehatan, kekuatan, serta keselamatan hingga kembali ke tanah air,” tutupnya.(Adv)












