Kota Gorontalo

Gelar Karya Kokurikuler SMP Negeri 3, Suguhkan Tanggomo, Paiya Lohungo Lopoli, dan Dana-Dana

×

Gelar Karya Kokurikuler SMP Negeri 3, Suguhkan Tanggomo, Paiya Lohungo Lopoli, dan Dana-Dana

Share this article
Gelar Karya Kokurikuler SMP Negeri 3, Suguhkan Tanggomo, Paiya Lohungo Lopoli, dan Dana-Dana
Peserta Kokurikuler SMP Negeri 3 Gorontalo ketika foto bersama usai kegiatan.

Hargo.co.id, GORONTALO – SMP Negeri 3 Gorontalo menggelar kegiatan Gelar Karya Kokurikuler bertema “Budayaku Identitasku” di Aula Sukma SMP Negeri 3 Gorontalo, Kamis (18/6/2026).

Berita Terkait:  Ketahuan Selingkuh, ASN Pemkot Gorontalo akan Dipecat

Kegiatan ini menampilkan berbagai pertunjukan budaya lokal Gorontalo, seperti sastra lisan Tanggomo, Paiya Lohungo Lopoli, dan tarian dana-dana.

Kegiatan yang dikoordinasikan oleh Siti Luthfah Ridwan bersama Selvi Idrus sebagai Koordinator Projek Kokurikuler ini bertujuan menguatkan dimensi profil lulusan, khususnya kolaborasi, kemandirian, dan kreativitas melalui projek kokurikuler berbasis budaya lokal Gorontalo.

Berita Terkait:  98 Persen Warga Tercover BPJS, Adhan: Kesehatan Tak Boleh Diremehkan

Siti Luthfah Ridwan menjelaskan bahwa projek kokurikuler tersebut dirancang agar murid tidak hanya mengenal budaya daerah, tetapi juga mampu mengembangkan berbagai karakter positif melalui proses belajar yang berkelanjutan.

“Kegiatan ini bertujuan menguatkan dimensi profil lulusan, terutama kolaborasi, mandiri, dan kreatif melalui projek kokurikuler gelar budaya lokal Gorontalo,” ujarnya.

Berita Terkait:  Tutup Bulan Wawasan Kebangsaan, Adhan Ajak Warga Tak Lupakan Jasa Pejuang

Menurut Luthfah, pelaksanaan projek berlangsung selama empat minggu. Kegiatan diawali dengan pembelajaran di kelas melalui pengenalan berbagai budaya lokal Gorontalo yang mulai jarang dikenal oleh generasi muda. Setelah itu, dilakukan asesmen awal untuk mengidentifikasi minat, bakat, serta kemauan murid sebelum memasuki tahap latihan.

Proses latihan dilaksanakan secara bertahap dengan menerapkan sistem tutor sebaya.
Berita Terkait:  Mutasi di Pemkot Gorontalo: Dua Kadis jadi Staf Ahli, Empat Pejabat Didefinitifkan

Murid yang telah lebih dahulu memahami dan menguasai tanggomo, paiya lohungo lopoli,

maupun dana-dana membantu melatih teman-temannya dengan pendampingan guru sebagai koordinator dan fasilitator sesuai hasil pemetaan awal.

Berita Terkait:  Pengawasan Beras Bantuan Diperketat, Pemkot Gorontalo Sasar Penerima Tepat

Dalam pelaksanaannya, sekolah juga melibatkan orang tua sebagai mitra pendidikan. Menurut Luthfah, keberhasilan program sekolah tidak dapat dilepaskan dari dukungan keluarga dalam mendampingi perkembangan anak.

“Guru berperan sebagai koordinator projek, sedangkan orang tua menjadi mitra yang bersama-sama membimbing dan membersamai tumbuh kembang murid, baik dari segi fisik maupun pengembangan minat dan bakat. Sebesar apa pun program sekolah, tanpa dukungan orang tua, program tersebut tidak akan berhasil,” katanya.

Berita Terkait:  Pemkot Gorontalo Segera Gelar Musrenbang, Yusrianto: Dimulai dari Tingkat Kelurahan

Ia menjelaskan bahwa kokurikuler merupakan salah satu bentuk pembelajaran wajib pada satuan pendidikan yang menerapkan Kurikulum Nasional. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi murid untuk mengembangkan berbagai karakter yang belum sepenuhnya terfasilitasi dalam pembelajaran intrakurikuler.

Luthfah berharap sekolah terus memberikan ruang yang lebih luas bagi murid untuk mengembangkan kebutuhan belajar sesuai minat dan bakat mereka. Menurutnya, kegiatan yang berdampak langsung dapat membantu murid lebih mengenal dan mencintai budaya daerah di tengah derasnya perkembangan teknologi dan pengaruh budaya luar.

Berita Terkait:  Bapenda Kota Gorontalo Tertibkan Ratusan Reklame Ilegal, Potensi PAD Terancam Bocor

“Harapannya, murid tidak hanya mengenal teknologi canggih dan budaya luar, tetapi juga lebih memahami

serta mencintai budaya lokal Gorontalo yang sangat kaya.

Berita Terkait:  Terkait Stunting, Dua Kelurahan Dikunjungi Tim Penilai Capaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi

Melalui gelar karya ini, murid dapat merasa bangga karena mampu menampilkan hasil belajarnya

sehingga termotivasi untuk terus berkarya lebih baik di masa mendatang,” tutupnya.(Rls) 

Berita Terkait:  Bantu Siswa di Kota Gorontalo, Indra Gobel Apresiasi PT. Jasa Raharja