Hargo.co.id, SULSEL – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bergerak cepat merespons peningkatan kebutuhan LPG subsidi 3 kilogram di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dengan menyalurkan tambahan pasokan sebanyak 2.131 tabung.
Jumlah tersebut setara 34 persen dari rata-rata penyaluran harian dan difokuskan untuk Kabupaten Bone, Sidenreng Rappang (Sidrap), Soppeng, dan Wajo.
Langkah penambahan pasokan atau extra dropping dilakukan melalui koordinasi bersama pemerintah daerah, Hiswana Migas, agen, dan pangkalan resmi guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, tambahan pasokan tersebut mulai memberikan dampak positif.
Kondisi distribusi LPG 3 kg di wilayah terdampak kini berangsur normal, stok di pangkalan kembali tersedia,
dan masyarakat semakin mudah mendapatkan LPG subsidi melalui jalur distribusi resmi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan Pertamina terus memantau perkembangan kebutuhan LPG di berbagai daerah dan siap melakukan penyesuaian pasokan apabila diperlukan.
“Ketika teridentifikasi adanya peningkatan kebutuhan di sejumlah wilayah, Pertamina segera menambah pasokan LPG 3 kg hingga 34 persen dari rata-rata penyaluran harian. Hasil monitoring menunjukkan distribusi kini semakin kondusif. Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar penyaluran berjalan lancar dan masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan,” kata Lilik pada Selasa (4/8/2026).
Selain memastikan ketersediaan pasokan, Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi
agar memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Pertamina kembali mengingatkan bahwa LPG 3 kg merupakan produk bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.
Mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal Migas Nomor B-2461/MG.05/DJM/2022,
penggunaan LPG subsidi tidak diperkenankan untuk sejumlah sektor usaha
seperti restoran, hotel, laundry, batik, peternakan, jasa las, serta usaha pertanian di luar ketentuan yang berlaku.
Untuk itu, masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih diharapkan menggunakan LPG non-subsidi
agar distribusi LPG 3 kg tetap tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh kelompok yang memang membutuhkan.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan
Hiswana Migas, agen, dan pangkalan resmi guna menjaga kelancaran distribusi LPG subsidi
serta memastikan kebutuhan energi masyarakat Sulawesi Selatan tetap terpenuhi.(Rls)












