Kabar Nusantara

Narkoba Seberat 1,3 Ton Disita di Perairan Kepri

×

Narkoba Seberat 1,3 Ton Disita di Perairan Kepri

Share this article
Narkoba Seberat 1,3 Ton Disita di Perairan Kepri
TNI AL bersama BNN RI dan Bea Cukai memperlihatkan barang bukti ketamin hasil pengungkapan penyelundupan dari kapal MV King Sun dalam konferensi pers di Makodaeral IV TNI AL, Batam, Kepulauan Riau, Ahad (9/8/2026).

Hargo.co.id, GORONTALO – Jalur laut kembali menjadi pintu masuk yang dibidik jaringan narkotika internasional.

Berita Terkait:  Polri Jamin Piala Dunia U17 Berjalan Aman

Upaya penyelundupan ketamin dalam jumlah fantastis berhasil digagalkan jajaran TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama tim gabungan di perairan utara Tanjung Berakit, Kepulauan Riau.

Dari operasi tersebut, petugas menyita 1.298 kilogram atau hampir 1,3 ton ketamin yang ditemukan di dalam kapal asing MV King Sun.

Berita Terkait:  Seorang Komisioner KPU di Sumatera Utara Terjaring OTT

Panglima Komando Armada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata mengatakan, barang bukti tersebut dikemas dalam 65 karung.

Jika dihitung berdasarkan estimasi harga ketamin, nilai narkotika yang berhasil diamankan ditaksir mencapai sekitar Rp2,1 triliun.

Berita Terkait:  Wahyu Dhyatmika dan Maryadi Terpilih Pimpin AMSI Periode 2023-2027

“Tim gabungan mengamankan muatan kapal, ketamin sebanyak 1.298 kilogram, hampir 1,3 ton,” kata Denih dalam konferensi pers di Batam, Ahad (9/8/2026).

Pengungkapan ini merupakan hasil operasi lintas lembaga yang melibatkan Koarmada I TNI AL, Badan Intelijen Negara (BIN), Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Berita Terkait:  Diduga Lakukan Aktivitas Ilegal di ZEEI, Kapal Super Tanker Bendera Iran Ditangkap

Denih mengapresiasi sinergi seluruh institusi yang terlibat. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti kesiapsiagaan aparat dalam mengantisipasi ancaman kejahatan lintas negara melalui jalur laut.

Namun, pengungkapan tersebut belum dinyatakan selesai. Tim masih melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kapal, dokumen, awak, maupun seluruh muatan MV King Sun.

Berita Terkait:  As SDM Polri Jelaskan Peran Penting Polwan Dalam Mengawal Pemilu Damai

Denih tidak menutup kemungkinan adanya barang lain yang masih tersimpan di kapal tersebut.

“Masih dilaksanakan penyelidikan lanjutan terhadap kapal, muatan, dan dokumen. Bisa saja ada tambahan muatan, mungkin juga ada muatan jenis lain,” ujarnya.

Berita Terkait:  Menkes RI: Bukan Hanya RS, Puskesmas Juga Harus Diperhatikan

Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengungkapkan, pengungkapan bermula dari informasi intelijen yang telah memantau pergerakan MV King Sun selama kurang lebih tiga bulan.

Pergerakan kapal yang dinilai tidak lazim kemudian menimbulkan kecurigaan. Saat kapal memasuki wilayah perairan Indonesia, KRI Kerambit bergerak melakukan pemeriksaan.

Berita Terkait:  Ini Pesan Kapolda Gorontalo ke Bintara Polri Gelombang II

“Informasi intelijen terhadap King Sun dipantau selama tiga bulan. Ada anomali pergerakan yang menimbulkan kecurigaan,” kata Suyudi.

Pemeriksaan dilakukan pada Kamis (6/8/2026). Petugas kemudian menemukan muatan ketamin dalam jumlah besar di kapal tersebut. MV King Sun diketahui berbendera Tanzania. Kapal itu membawa delapan awak yang seluruhnya merupakan warga negara asing.

Berita Terkait:  680 Gram Sabu Disita, Kapolda Sebut Pohuwato Masih Rawan Peredaran Narkoba

Hingga kini, aparat masih mendalami tujuan pelayaran kapal, identitas pemilik kapal, serta pihak yang bertanggung jawab atas muatan narkotika tersebut.

Suyudi menjelaskan, ketamin sejatinya digunakan dalam dunia medis sebagai anestesi atau obat bius. Namun, penggunaannya secara ilegal menjadi perhatian serius karena peredarannya terus berkembang.

Berita Terkait:  Polri-Dewan Pers Deklarasi Pemilu Damai 2024 Bersama Pimpinan Media

Menurutnya, pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya negara memperketat pengawasan wilayah perbatasan sekaligus memutus jalur distribusi narkotika internasional.

“Ini merupakan wujud nyata komitmen negara menjaga kedaulatan negara, melindungi perbatasan dari ancaman transnasional dan memutus peredaran gelap narkotika,” tegasnya.

Berita Terkait:  UNBITA Dukung Penguatan Keluarga di Momentum Peringatan Harganas Ke-32

Suyudi memastikan jalur laut Indonesia tidak akan dibiarkan menjadi sarana masuk maupun distribusi narkotika.

“Jangan pernah mengira jalur laut Indonesia dapat disalahgunakan untuk mengedarkan narkoba. Kita tidak akan pernah memberi kompromi terhadap perusak bangsa,” tandasnya.

Berita Terkait:  Menkes RI: Bukan Hanya RS, Puskesmas Juga Harus Diperhatikan

Barang bukti ketamin yang telah diamankan selanjutnya direncanakan untuk dimusnahkan setelah seluruh proses penyelidikan dan penanganan perkara selesai dilakukan.(Rls)