Hargo.co.id, JAKARTA – Proses pemulihan pascaoperasi lutut tidak menyurutkan perhatian Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie terhadap perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah.
Dengan kondisi kaki yang masih dalam tahap pemulihan, Wagub Idah menyempatkan diri mengunjungi stan UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (22/8/2026).
Kehadiran Wagub Idah menjadi bentuk dukungan terhadap para pelaku UMKM Gorontalo yang membawa produk unggulan daerah ke panggung nasional. Pada KKI 2026 yang berlangsung 20–23 Agustus tersebut, empat UMKM binaan Bank Indonesia Gorontalo ikut ambil bagian, yakni Olami, Tiar Handycraft, Serasi Karawo, dan Bilal Mekar Snack (BMS).
Dari berbagai produk yang dipamerkan, Karawo menjadi salah satu yang menarik perhatian Idah. Bagi dia, Karawo tidak hanya merupakan produk kerajinan bernilai ekonomi, tetapi juga bagian penting dari identitas dan warisan budaya Gorontalo.
“Serba-serbi hebohnya obrolan kami tentang Karawo di acara KKI di JICC. Rasa sakit dan ngilu di kaki seketika hilang kalau sudah berbaur begini. Melihat Karawo kita tampil di sini, bertemu para pelaku UMKM, rasanya semangat saya kembali,” kata Wagub Idah Syahidah.
Menurutnya, kekuatan Karawo terletak pada perpaduan antara nilai budaya dan keterampilan para perajin yang mengerjakannya. Untuk itu, promosi Karawo di tingkat nasional dinilai penting untuk membuka peluang pasar yang lebih luas.
“Karawo ini bukan sekadar kain. Di dalamnya ada cerita, keterampilan, ketekunan, dan identitas Gorontalo. Saya sangat senang melihat Karawo tampil di ajang nasional seperti KKI. Mudah-mudahan semakin banyak yang mengenal, menyukai, dan menggunakan Karawo,” ujarnya.
Wagub Idah juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang konsisten membuka akses promosi bagi UMKM Gorontalo.
Menurutnya, keikutsertaan dalam pameran berskala nasional menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun jejaring pasar.
Ia menilai penguatan UMKM membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, perajin, dan berbagai pihak terkait.
Sinergi tersebut dinilai penting agar produk lokal tidak hanya mampu bertahan di pasar, tetapi juga memiliki daya saing yang lebih kuat.
KKI 2026 sendiri mengusung tema Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing.
Ajang tersebut menjadi salah satu upaya Bank Indonesia dalam memperkuat ekosistem UMKM melalui pengembangan inovasi, akses pembiayaan, digitalisasi, hingga perluasan pasar.
Bagi Gorontalo, kehadiran empat UMKM pada ajang tersebut sekaligus menjadi momentum untuk membawa produk lokal,
termasuk Karawo, semakin dikenal di tingkat nasional.(Rls)












