Kota Gorontalo

1.281 Botol Miras Dimusnahkan, Adhan: Perang Belum Berakhir

×

1.281 Botol Miras Dimusnahkan, Adhan: Perang Belum Berakhir

Share this article
1.281 Botol Miras Dimusnahkan, Adhan: Perang Belum Berakhir
Pelaksanaan kegiatan pemusnahan Miras yang diselenggarakan Pemerintah Kota Gorontalo.

Hargo.co.id, GORONTALO – Sebanyak 1.281 botol minuman beralkohol dimusnahkan Pemerintah Kota Gorontalo. Namun, penghancuran ribuan botol hasil penindakan tersebut ditegaskan bukan sebagai akhir perang terhadap peredaran minuman keras (miras).

Berita Terkait:  Perbaikan Eks Jalan Palma, Adhan: Dibangun Baru, Bukan Ditambal

Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea justru memastikan penindakan akan terus berlanjut. Menurutnya, persoalan miras masih menjadi salah satu tantangan yang harus ditangani pemerintah karena dinilai berkaitan dengan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

“Pemusnahan ini bukan akhir dari kegiatan penegakan peraturan daerah, akan tetapi menjadi langkah awal dan berkesinambungan pada kegiatan-kegiatan selanjutnya,” tegas Adhan saat menghadiri pemusnahan barang bukti Miras di Lapangan 11 Maret, Kelurahan Buladu, Senin (31/8/2026).

Berita Terkait:  Bantu Pendapatan Pelaku UMKM, Marten Apresiasi Bazar Ramadan Kanwil BSG Gorontalo

Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol di Kota Gorontalo.

Ribuan botol yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Gorontalo. Barang bukti itu terdiri atas 30 botol Bir Bintang, 200 botol bir hitam, 100 botol Hasegaran dan 951 botol Cap Tikus.

Berita Terkait:  Nuzulul Qur’an di Masjid Agung, Wawali Indra Ajak Warga Kembali ke Nilai Al-Qur’an

Adhan Dambea mengakui pemberantasan miras bukan pekerjaan mudah. Ia bahkan menilai persoalan alkohol memiliki keterkaitan dengan sejumlah masalah yang muncul di lingkungan masyarakat.

“Memang masalah alkohol ini sangat berat bagi saya. Kenapa? Karena semua masalah di masyarakat itu bersumber dari alkohol,” ujarnya.

Berita Terkait:  Dari Lapangan Buladu Kota Gorontalo, Emansipasi Kartini Tampil Nyata

Maka dari itu, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Adhan meminta tokoh masyarakat ikut mengambil bagian dalam mengawasi sekaligus membantu pemerintah dalam menekan peredaran miras.

“Saya juga minta bantuan untuk tokoh masyarakat membantu Pemda dalam penegakan peraturan perda terkait peredaran miras,” katanya.
Berita Terkait:  Kritikan HMI Kelangkaan LPG 3 Kg Salah Alamat, Syawal Perlu Banyak Belajar

Menurut Adhan, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Tidak hanya pemerintah dan aparat penegak aturan, tetapi juga tokoh masyarakat serta warga perlu memiliki kepedulian yang sama.

Ia pun menyadari bahwa pemberantasan miras tidak mungkin selesai hanya dengan satu atau dua kali operasi. Penindakan, kata dia, harus dilakukan secara konsisten.

Berita Terkait:  Revitalisasi Stadion, GOR dan Kolam Renang Lahilote Tunggu DED

“Saya tahu ini tidak akan pernah berhenti. Tapi saya juga tidak akan pernah berhenti memerangi miras di Kota Gorontalo,” tegasnya.

Adhan mengaitkan konsumsi minuman beralkohol dengan sejumlah persoalan sosial yang kerap terjadi, mulai dari perkelahian, kecelakaan hingga kekerasan.

Berita Terkait:  Siap Hadapi Hukum Lantaran Izinkan UMKM Jualan di Trotoar, Adhan: Yang Penting Bukan Korupsi

Untuk itu, penegakan Perda Nomor 3 Tahun 2017 akan terus menjadi perhatian Pemkot Gorontalo.

Pemerintah berharap pengawasan dan penindakan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menekan peredaran miras sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Berita Terkait:  Aksi Donor Darah Bikers Diapresiasi Sekda Ismail

Upaya pemerintah juga menyentuh sisi lain. Sebanyak 662 orang sebelumnya dicoret dari daftar penerima bantuan setelah disebut memiliki kebiasaan mengonsumsi miras, judi online (judol), dan narkoba.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah memastikan bantuan yang diberikan digunakan sebagaimana mestinya serta tidak dimanfaatkan untuk mendukung perilaku yang dinilai merugikan.

Berita Terkait:  Pemkot Gorontalo Gondol Dua Penghargaan dari Kemenkominfo

Dengan demikian, pemusnahan 1.281 botol miras di Buladu bukan sekadar agenda penghancuran barang bukti.

Bagi Pemkot Gorontalo, kegiatan itu menjadi penegasan bahwa penindakan terhadap peredaran minuman beralkohol masih akan terus berjalan. Dan bagi Adhan, perang terhadap miras belum selesai.(Adv) 

Berita Terkait:  Ryan Kono Sebut Pilkada Serentak adalah Momentum Penting