Hargo.co.id, GORONTALO – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap program perlindungan sosial BPJS Ketenagakerjaan saat menghadiri kegiatan silaturahmi Pemerintah Kota Gorontalo bersama warga Kelurahan Limba U1, Kecamatan Kota Selatan, Sabtu (23/5/2026).
Menurut Adhan, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan. Padahal, kata djs, program tersebut sangat membantu pekerja dan keluarga ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja, kehilangan pekerjaan hingga musibah kematian.
“Melalui sosialisasi seperti ini masyarakat jadi tahu hak dan manfaat yang bisa diperoleh dari BPJS Ketenagakerjaan. Ada jaminan kematian, jaminan kehilangan pekerjaan dan program perlindungan lainnya,” ujar Wali Kota Adhan Dambea.
Ia menjelaskan, santunan yang diberikan kepada peserta maupun ahli waris memiliki nilai yang cukup besar dan sangat membantu kondisi ekonomi keluarga.
“Untuk jaminan kematian, ahli waris bisa menerima santunan sebesar Rp42 juta. Jika peserta meninggal saat bekerja, santunannya bisa mencapai Rp70 juta,” jelasnya.
Adhan Dambea berharap masyarakat, khususnya para pekerja, semakin sadar pentingnya memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan agar masa depan keluarga lebih terjamin.
Selain membahas perlindungan sosial ketenagakerjaan, Adhan juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan telepon genggam. Ia menilai, perkembangan teknologi digital saat ini turut dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan informasi negatif dan paham radikal.
“Paham radikal sekarang banyak disebarkan lewat media sosial. Karena itu masyarakat harus lebih selektif menerima informasi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Adhan turut mengungkapkan rencana Pemerintah Kota Gorontalo untuk mulai menyusun rancangan peraturan daerah terkait penanganan LGBT usai Hari Raya Iduladha. Ia mengaku telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah terkait untuk mempersiapkan penyusunannya.
Di akhir kegiatan, Adhan meminta camat dan lurah agar agenda silaturahmi pemerintah bersama masyarakat berikutnya
dapat dilaksanakan di lokasi yang lebih terbuka dan berada di tengah permukiman warga
agar informasi pemerintah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Carikan lokasi kegiatan di tengah pemukiman warga supaya masyarakat yang tidak sempat hadir juga bisa mendengar informasi dari pemerintah,” pungkas Adhan Dambea.(Adv)












