Hargo.co.id, GORONTALO – Ketua DPRD Kabupaten Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho menyatakan permintaan maaf kepada masyarakat.
Pasalnya, tak semua aspirasi yang berhasil didapatkan pada kegiatan reses dapat diakomodir. Hal ini terjadi karena Boalemo mengalami pemotongan anggaran.
“Tentu sebagai ketua DPRD atas nama pimpinan dan anggota DPRD memohon maaf kepada masyarakat Boalemo yang dulu mungkin begitu banyak program-program tentang bantuan, jalan setapak, normalisasi yang biasa menangani, kita tidak bisa akomodir dan itu karena keuangan,”ujar Eka saat ditemui di Kantor DPRD Boalemo pada Kamis (6/11/2025).
Eka menjelaskan pada tahun 2026 APBD Boalemo akan terpotong hampir Rp. 100 miliar.
Dengan adanya pemotongan ini, tak hanya akan berimbas pada program, menurut Eka, juga akan berdampak pada kegiatan reses DPRD Boalemo yang biasanya dilakukan di rumah warga, kini hanya bisa dilakukan di kantor desa.
“Biasanya reses itu dilakukan oleh seluruh anggota DPRD ke dapil masing masing di rumah warga. Biasa anggota DPRD sampai beberapa desa dikunjungi untuk menemui langsung konstituen. Nah disitu akan dapatkan apa yang menjadi keluhan masyarakat, apa yang diaspirasikan masyarakat. Bahkan, kita bisa berikan mereka makan minum dan nilai kekeluargaan sangat nampak. Tetapi ketika kita melaksanakan kegiatan untuk tahun ini anggaran kita sudah tidak cukup. Untuk itu, maka sekarang anggota DPRD melaksanakan reses hanya bisa datang di kantor desa,” kata dia.
Meski reses dilakukan ditengah keterbatasan anggaran, Eka mengungkapkan DPRD akan terus mendorong pemerintah untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat.
”Kita berusaha dengan pemerintah bagaimana untuk melobi anggaran ke daerah karena,” kata Karyawan Eka Putra Noho.(Rls)












