Erwin mengungkapkan, parkiran di Lapangan Taruna Remaja menggunakan sistem rolling. Jadi, kata ia setiap malam selalu berganti petugas parkirnya.
“Jadi kami sebagai juru parkir akan setiap malam bergantian. Dan petugas parkirnya terdiri dari 2 orang yang di tugaskan masing-masing menjaga kira-kira 50 meter perorangan,” tutur Erwin.
Dia juga mengungkapkan, penghasilan mereka menurun jika saat musim hujan dan akan mengalami peningkatan saat Taruna Remaja ramai dikunjungi baik kulineran atau bahkan ada event. Biasanya ramai pengunjung pada malam kamis dan malam Minggu.
“Kami bertugas mulai dari jam 5 sore sampai dengan jam 2 malam dan paling larut itu jam 3 menjelang subuh,” tutur Erwin.
Untuk tarif sendiri, kata Erwin para pengunjung dikenakan biaya berbeda. Yaitu, motor Rp.3000 dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat.
“Selain menjadi juru parkir saya memiliki kerja sampingan sebagai tukang bentor. Dan Alhamdulillah bisa mencukupi kebutuhan sehari keluargaku,” pungkas Erwin.(*)
Penulis: Alfianto Manoppo/Mahasiswa Magang UNG
Editor: Ryan Lagili












