HeadlineMetropolis

Koalisi Jurnalis Gorontalo Unjuk Rasa Tolak RUU Penyiaran

×

Koalisi Jurnalis Gorontalo Unjuk Rasa Tolak RUU Penyiaran

Sebarkan artikel ini
Koalisi Jurnalis Gorontalo Unjuk Rasa Tolak RUU Penyiaran
Suasana demonstrasi koalisi Jurnalis Gorontalo di Bundaran Saronde, Sabtu (25/5/2024). (Foto: Fahrul Hulalata untuk HARGO)

Hargo.co id, GORONTALO – Puluhan wartawan yang tergabung dalam Koalisi Jurnalis Gorontalo menggelar unjuk rasa di Bundaran Saronde, Kota Gorontalo pada Sabtu (25/5/2024).

Berita Terkait:  Penikaman di Telaga Jaya: Motif Dendam, Korban Alami Luka Tusuk di Sekujur Tubuh

badan keuangan

Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap draft Revisi Perancangan Undang-undang (RUU) Penyiaran yang rencananya akan disahkan oleh DPR RI sebelum 30 November 2024.

Unjuk rasa tersebut diinisiasi oleh sejumlah organisasi wartawan diantaranya Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) serta Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).

Berita Terkait:  Hamim Pou Ditahan, Video Eks Kajati Gorontalo Kembali Viral

badan keuangan

Selain itu, ada pula Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI),

dan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) yang berada di wilayah Provinsi Gorontalo.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 15:00 WITA tersebut dimulai dari Rudis Gubernur Gorontalo kemudian bergerak menuju Bundaran Saronde, Kota Gorontalo.

Berita Terkait:  Pertamina Hentikan Distribusi Pertalite ke SPBU Bilungala

Example 300250

Wawan Akuba, selaku Koordinator Lapangan berharap aksi itu dapat menjadi pertimbangan bagi anggota DPR RI agar tidak mengesahkan RUU Penyiaran tersebut.

“Kita berharap aksi hari ini menjadi pemantik perlawanan, yang kemudian menjadi pertimbangan

bagi anggota DPR RI untuk mengesahkan RUU tersebut menjadi UU agar tidak disahkan,” kata Wawan.

Berita Terkait:  Lakukan Tindakan Tak Senonoh, 3 Biduan Dilaporkan ke Polisi oleh Seorang Endorsement

Dirinya mengungkapkan, menurut kajian sejumlah organisasi pers, dalam RUU penyiaran ini terdapat pasal yang membatasi kebebasan pers dalam menyebarluaskan informasi yang bisa menciderai kebebasan Pers.

“Ada banyak pasal yang terdapat dirancangan ini yang dapat mencederai kebebasan pers

untuk melakukan liputan dan mempublikasikan karya karya jurnalistik,” terangnya.

Berita Terkait:  Pastikan Ketersediaan BBM Jelang Lebaran, Anggota Polresta Gorontalo Kota Patroli ke SPBU

“Kita tidak akan bisa lagi melakukan banyak liputan. Tidak bisa lagi mencari, meliput maupun mempublikasi karya-karya kita jika RUU ini disahkan di DPR RI,”

Dalam aksi ini, sejumlah wartawan juga melakukan pembakaran replika keranda. Dimana, kata wawan, pembakaran keranda ini adalah simbol dari kebebasan pers yang telah direbut oleh DPR RI.

Berita Terkait:  HP Peserta Kemah Bakti UNG Raib Digasak Maling, Pelakunya Warga Kabgor

“Jadi pembakaran keranda ini kami lakukan sebagai simbol kebebasan pers yang telah direbut oleh DPR RI

dengan sengaja membuat pasal-pasal yang dapat mencederai kebebasan pers,” tandasnya.(*)

Penulis: Fahrul Hulalata, Salsa Ainunnisa Yusuf, Raman Supriyatna Tamu/ Mahasiswa Komunikasi UNG
Editor: Sucipto Mokodompis 

Berita Terkait:  Satu Unit Rumah di Moodu Hangus Terbakar



hari kesaktian pancasila