Gorontalo

Fasilitas Pengelolaan Limbah B3 Medis Kini Ada di Gorontalo

×

Fasilitas Pengelolaan Limbah B3 Medis Kini Ada di Gorontalo

Share this article
Fasilitas Pengelolaan Limbah B3 Medis Kini Ada di Gorontalo
Ismail Pakaya saat menghadiri peresmian fasilitas pengolahan insinerator limbah B3 Medis, Selasa, (23/1/2024). (Foto: Diskominfotik)

Hargo.co.id, GORONTALOProvinsi Gorontalo kini resmi memiliki fasilitas pengolahan insinerator limbah bahan berbahaya beracun (B3).

Berita Terkait:  Spirit Gusnar Ismail, Terus Kobarkan Semangat Membara untuk Pembangunan Gorontalo

Fasilitas pemusnahan B3 medis ini dibangun berdasarkan kerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Peresmian fasilitas tersebut ditandai dengan penadatanganan berita acara serah terima antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan pihak KLHK.

Berita Terkait:  Gorontalo Urutan Pertama Realisasi Pendapatan se-Indonesia, Gusnar-Idah Cetak Sejarah

Pemprov diwakili oleh Kepala DLH dan Kehutanan, Faisal Lamakaraka dengan Direktur Pengelolaan limbah B3

dan Non B3 KLHK, Achmad Gunawan Widjaksono.

Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya, Selasa, (23/1/2024).

Berita Terkait:  Kolaborasi SKALA, Gorontalo dan Australia Perkuat Satu Data

Dalam sambutannya, Penjagub Ismail mengatakan, kehadiran fasilitas pengelolaan limbah B3 medis ini telah diperjuangkan cukup lama di KLHK.

Terlebih selama ini sebagian besar limbah B3 di Gorontalo itu diekspor ke Makassar sebagai satu-satunya di wilayah Sulawesi yang memiliki fasilitas insinerator tersebut.

Berita Terkait:  Noval Sebut Gubernur Gusnar Awasi Program KNMP yang Bermasalah di Kota Gorontalo

“Karena itu, diharapkan unit pengelolaan limbah B3 ini dijaga dan dikelola dengan baik, dioperasikan dengan benar untuk penggunaan jangka panjang,” kata Ismail.

*Apalagi tadi dikatakan pak Direktur limbah B3 yang berasal dari Fasyankes ini termasuk golongan A artinya sangat berbahaya sehingga harus dikelolah dengan baik,” lanjutnya.

Berita Terkait:  Kembangkan Ternak Sapi, Gubernur Gusnar Gandeng Enam Pengusaha Nasional

Saat ini, kata penjagub, jumlah Fasyankes di Provinsi Gorontalo sebanyak 147 buah,

terdiri dari rumah sakit 14 buah, puskesmas 96 buah dan klinik 37 buah.

Berita Terkait:  Wagub Idah Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Bantuan Produksi

Berdasarkan jumlah tersebut, laju tumbuh limbah B3 yang dihasilkan dari Fasyankes tersebut

diperkirakan mencapai 2.375 Kg perhari atau 856.000 Kg pertahun.

Berita Terkait:  Penjagub: Latsargab Penting untuk Antisipasi Terjadinya Musibah

“Saya sengaja mengundang seluruh pengelola fasilitas kesehatan untuk menyampaikan bahwa di Gorontalo sudah ada pengolahan limbah, khususnya limbah B3 medis,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan adanya fasilitas tersebut bisa mendatangkan pihak lain dari Provinsi Sulawesi Utara atau Sulawesi Tengah.

Berita Terkait:  Tingkatkan Capaian IKD, Dukcapil PMD Perkuat Koordinasi

“Gratis? tentu tidak, walau ini milik pemerintah. Karena waktu di Makassar juga kan kita bayar ke pihak ketiga,” terang Ismail.(Rilis)