Legislatif

Finalisasi KUA-PPAS 2024 Kabgor, Banggar Perjuangkan Tenaga Kontrak

×

Finalisasi KUA-PPAS 2024 Kabgor, Banggar Perjuangkan Tenaga Kontrak

Share this article
Finalisasi KUA-PPAS 2024 Kabgor, Banggar Perjuangkan Tenaga Kontrak
Suasana pembahasan finalisasi ranperda KUA-PPAS tahun anggaran 2024 antara Banggar dan TAPD. (Foto: Deice/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo terus memperjuangkan nasib tenaga kontrak, termasuk pada finalisasi pembahasan rancangan kebijakan umum APBD (KUA) dan rancangan prioritas plafon anggaran aementara (PPAS) tahun anggaran 2024, yang diselenggarakan pada Senin (21/8/2023) bersama tim anggaran pemerintah daerah (TAPD).

Berita Terkait:  Penuntasan Proyek Jalan Ponelo Diharap Masuk Program Prioritas

Ketua DPRD Syam T Ase saat dikonfirmasi seusai pembahasan menjelaskan,

setelah melakukan pembahasan selama sepekan dan berakhir dengan rapat finalisasi banggar DPRD Kabupaten Gorontalo

tetap memperjuangkan nasib tenaga kontrak agar tercover di tahun 2024 mendatang.

Dimana total anggaran tenaga honor sebanyak Rp 30 miliar dengan jumlah 3 ribuan tenaga kontrak yang harus dianggarkan di tahun 2024.

Berita Terkait:  APBD Harus Responsif dan Adaptif ke Rakyat

“Sesuai dengan edaran Menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (Menpan-RB), bahwa tenaga kontrak harus dianggarkan lagi dan itu wajib,” ungkap Syam.

Dikatakan Syam disaat melakukan pembahasan,

ada salah satu point dalam edaran tersebut yang menyebutkan,

gaji tenaga kontrak yang dianggarkan adalah yang sudah terdata dalam database.

Berita Terkait:  Thariq Dinilai Tak Mampu Pimpin Daerah, DPRD Diminta Bentuk Pansus Interpelasi

“Ada masalah yang muncul didaerah kita, yang pertama ada yang sudah terdata dalam database, tetapi 2023 sudah tidak terkontrak lagi dan sudah tak punya SK. Sementara edaran Menpan-RB jelas bahwa yang dianggarkan tahun depan adalah tenaga kontrak yang sudah masuk dalam database BKN,” ungkap Syam.

“Sehingga bagaimana dengan nasib mereka yang sudah masuk database, tetapi di tahun 2023 sudah tak mendapatkan SK lagi. Itulah yang akan dikonsultasikan dengan pihak Kementrian,” tambah Syam.

Berita Terkait:  DPRD Gorut Usul Ranperda Pengelolaan Zakat

Hal yang hampir serupa juga, kata Syam, dipertanyakan oleh wakil Ketua ll, Roman Nasaru,

yakni soal tenaga kontrak sopir dan juga satpol, apakah masuk dalam database atau tidak.

“Ini yang perlu dipikirkan dan dikonsultasikan ke kementrian secara bersama-sama baik antara pihak eksekutif dan legislative,” tegas Aleg tiga periode ini.

Berita Terkait:  Aleg DPRD Bonbol Pastikan Pendidikan Jadi Prioritas Anggaran Daerah

Syam juga menambahkan, jika akan dilakukan paripurna pembahasan

ranperda KUA-PPAS tahun anggaran 2024, dirinya mengimbau kepada

seluruh anggota DPRD untuk hadir dalam paripurna tersebut tanpa terkecuali.(*)

Penulis: Deice 

Berita Terkait:  Mutasi Kepsek di Kabgor Tuai Sorotan Aleg