Kabar NusantaraPersepsi

Gelar Diskusi Publik, AJI Gorontalo Desak Penghentian Kekerasan Terhadap Jurnalis

×

Gelar Diskusi Publik, AJI Gorontalo Desak Penghentian Kekerasan Terhadap Jurnalis

Share this article
Gelar Diskusi Publik, AJI Gorontalo Desak Penghentian Kekerasan Terhadap Jurnalis
Pelaksanaan diskusi publik yang diselenggarakan AJI Gorontalo.

Hargo.co.id, GORONTALOAliansi Jurnalis Independen (AJI) Gorontalo melakukan diskusi publik bertajuk “Kilas Balik Kekerasan Jurnalis di Gorontalo, Tanggung Jawab Siapa?” pada hari Sabtu (1/2/2025), di Roemah Marly, Kota Gorontalo.

Berita Terkait:  Polri Kembali Mutasi dan Rotasi Jabatan

Kegiatan ini merupakan refleksi atas kasus-kasus kekerasan yang dialami jurnalis di Gorontalo, selama beberapa tahun belakangan.

Kebebasan pers adalah salah satu pilar demokrasi yang fundamental. Jurnalis memainkan peran penting sebagai pengawal informasi dan pelapor kebenaran kepada publik.

Berita Terkait:  Sejumlah Jalur Bakal Ditutup saat Tamu Negara KTT AIS Forum 2023 Melintas, Polri Minta Maaf

Namun, praktik kekerasan terhadap jurnalis masih menjadi momok yang mencederai kebebasan pers, baik di tingkat nasional maupun daerah. Gorontalo, yang dikenal sebagai wilayah dengan perkembangan media yang cukup dinamis, juga tidak luput dari kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis.

Ketua AJI Gorontalo, Franco Bravo Dengo mengatakan, sepanjang tahun 2024, beberapa kasus kekerasan terhadap jurnalis telah terjadi, baik dalam bentuk ancaman verbal, intimidasi, penganiayaan fisik, hingga perampasan alat kerja.

Berita Terkait:  Terkait 4 Kontainer Diduga Berisi Batu Hitam, Kapolda: Kami Belum Tahu

Situasi ini, kata dia, menimbulkan kekhawatiran tentang keberlangsungan kebebasan pers di Gorontalo.

“Di sisi lain, perlindungan terhadap jurnalis sering kali dianggap belum maksimal, baik dari sisi regulasi, penegakan hukum, maupun peran perusahaan media,” ujarnya.

Berita Terkait:  Meriahkan HUT Humas Polri Ke-72, Polda Gelar Turnamen Badminton

Diskusi publik ini menghadirkan narasumber dari beragam perspektif. Dari AJI sendiri yang diwakili koordinator wilayah Sulawesi, Nurdin Amir; dari sisi akademis, diwakili Noval Talani, dosen komunikasi di Universitas Gorontalo; dari sudut pandang perusahaan media, Verianto Madjowa, ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Gorontalo; dan perwakilan dari Polda Gorontalo, Kombes Pol Yos Guntur Yudi Fauris Susanto, Dirreskrimum Polda Gorontalo.

Berita Terkait:  Bid Propam Polda Gorontalo Gelar Gaktiblin

Diskusi ini merupakan momentum penting untuk membangun ekosistem pers yang lebih aman dan berdaya di Gorontalo.

Dengan melibatkan berbagai pihak, diharapkan dapat tercipta sinergi untuk menciptakan lingkungan kerja

yang bebas dari ancaman dan kekerasan, serta mendorong terciptanya kebebasan pers yang lebih kokoh.

Di akhir kegiatan, organisasi-organisasi wartawan dan lembaga yang hadir sepakat untuk berkoalisi memutus rantai kekerasan terhadap jurnalis di Gorontalo.(Rls) 

Berita Terkait:  Santuni Anak Yatim, Yayasan Abulyatama Ajak Pemerintah Kerja Sama