Kota Gorontalo

Ismail: LPPD Instrumen Penting untuk Evaluasi Kinerja

×

Ismail: LPPD Instrumen Penting untuk Evaluasi Kinerja

Share this article
Ismail_ LPPD Instrumen Penting untuk Evaluasi Kinerja
Suasana pelaksanaan Bimtek penyusunan LPPD yang diselenggarakan Pemkot Gorontalo, Selasa (4/2/2025). (Foto: Prokopim Pemkot Gorontalo)

Hargo.co.id, GORONTALO – Guna meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel, Pemerintah Kota Gorontalo menggelar bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah (LPPD) Tahun 2024.

Berita Terkait:  Realisasi DAK Pemkot Gorontalo Tahun 2024 Capai 100 Persen

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (4/2/2025) ini, dibuka langsung oleh penjabat (Pj) Wali Kota Gorontalo, Ismail Madjid, dan diikuti oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki peran strategis dalam penyusunan laporan tersebut.

Dalam sambutannya, Ismail Madjid mengatakan, LPPD merupakan salah satu instrumen penting yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja pemerintah daerah selama satu tahun anggaran.

Berita Terkait:  Ismail: Pawai Cap Go Meh Bisa jadi Potensi Wisata

Dokumen ini, kata Ismail, menjadi dasar bagi pemerintah pusat dalam menilai efektivitas,

serta efisiensi pelaksanaan program dan kebijakan yang dijalankan oleh daerah.

“Oleh karena itu, penyusunannya harus dilakukan dengan cermat, sistematis, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Ismail Madjid.

Berita Terkait:  Indra Gobel: Peringatan Isra Mi’raj, Momentum Perkuat Iman dan Taqwa

Ismail menegaskan, LPPD bukan sekadar dokumen administratif, tetapi juga cerminan akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Ditegaskannya pula, laporan ini harus disusun dengan data yang valid dan terukur,

agar mampu memberikan gambaran nyata tentang capaian yang telah diraih serta tantangan

yang dihadapi oleh Pemerintah Kota Gorontalo.

Berita Terkait:  Pohon Tumbang dan Bencana Longsor Terjang Sejumlah Wilayah di Kota Gorontalo

“Penyusunan LPPD ini bukan hanya sebagai kewajiban formalitas, tetapi juga sebagai alat

untuk mengukur sejauh mana kita telah mencapai target pembangunan yang telah direncanakan,” tandasnya.

“Oleh karena itu, saya berharap para peserta Bimtek dapat benar-benar memahami mekanisme penyusunannya,

sehingga hasilnya lebih berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan,” imbuhnya.(Adv) 

Berita Terkait:  Kritikan HMI Kelangkaan LPG 3 Kg Salah Alamat, Syawal Perlu Banyak Belajar