Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo mempercepat pelaksanaan program UPLAND guna memaksimalkan peluang memperoleh dana hibah internasional senilai Rp1,7 miliar dari Islamic Development Bank (IsDB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD).
Upaya percepatan itu dibahas dalam rapat koordinasi pelaksanaan UPLAND yang berlangsung Sabtu (23/5/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah penting mengingat masa pelaksanaan program akan berakhir pada September 2026.
Program UPLAND merupakan proyek strategis nasional yang digagas Kementerian Pertanian RI untuk mendorong pengembangan pertanian terpadu di kawasan dataran tinggi.
Fokus program mencakup peningkatan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, hingga penguatan ketahanan pangan melalui sistem pertanian modern dan berkelanjutan.
Kabupaten Gorontalo menjadi salah satu daerah pelaksana program tersebut. Dari ratusan kabupaten di Indonesia, hanya 14 daerah yang terpilih menjalankan program UPLAND.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, mengatakan pemerintah daerah akan segera melakukan pembagian tugas agar seluruh tahapan kegiatan, baik administrasi maupun teknis, dapat berjalan lebih cepat dan terukur.
“Karena program ini terdiri dari beberapa kegiatan, maka perlu segera dilakukan pembagian tugas untuk percepatan pelaksanaan. Saya akan menindaklanjuti hal ini agar target kerja hingga September 2026 bisa tercapai,” ujar Sugondo Makmur.
Ia menyebut, berdasarkan hasil evaluasi tim Kementerian Pertanian RI, progres pelaksanaan program di Kabupaten Gorontalo masih perlu ditingkatkan. Karena itu, percepatan dinilai menjadi langkah penting agar peluang mendapatkan hibah internasional tidak terlewatkan.
Program UPLAND sendiri telah berjalan sejak 2021 dan memasuki tahun terakhir pelaksanaan pada 2026. Pemkab Gorontalo berharap seluruh target kegiatan dapat dituntaskan sehingga manfaat program benar-benar dirasakan petani dan masyarakat di daerah.(Adv)












