Setibanya di kantor, lanjut GB, dirinya bersama sang Istri diminta untuk masuk kedalam ruangan oleh AR untuk membicarakan terkait alih kontrak, sementara adik dan kedua anaknya yang menunggu di dalam mobil.
“Di dalam ruangan, KTP saya dan istri juga sudah diminta dan di foto. Tapi yang bertemu dengan kami di dalam ruangan bukan AR Atau ZA, tapi orang seseorang berambut Gondrong yang tidak kami diketahui namanya,” tambahnya.
GB mengungkapkan, ketiga orang yang mengaku sebagai karyawan finance tersebut tidak pernah terlihat menggunakan tanda pengenal (ID Card). Namun, mereka percaya karena kantor yang didatangi memang sesuai dengan nama Finance tempat membayar angsuran mobil.
“Saat kami berada didalam ruangan, tiba-tiba ZA ini meminta kunci mobil, tidak tau apa alasannya. Tapi begitu kunci saya serahkan, pintu kaca ruangan langsung ditutup,” tuturnya.
Hanya berselang beberapa menit setelah kunci diberikan, GB kaget ketika melihat kedua anaknya sudah berada di depan ruangan.
“Adik saya juga datang. Dia bertanya kenapa memanggilnya, padahal saya tidak pernah memanggil adik saya untuk ke ruangan. Dari sini saya sudah mulai curiga, jadi saya minta istri saya untuk mengecek keadaan di depan,” kata GB.
Lama menunggu istrinya yang tak kunjung kembali ke ruangan, GB kemudian menyusul istrinya kedepan. Saat itu, kata GB, pria yang berada di ruangan juga terlihat bolak-balik di dalam kantor dan kemudian berlalu pergi sambil berbicara dengan seseorang lewat telfon.












