“Sesampainya di depan kantor, saya lihat mobil sudah tidak ada, adik saya bilang sudah dibawa oleh ZA. Pria yang tidak kami ketahui itu juga telah pergi bersama AR. Jadi saya telfon, tetapi sudah tidak diangkat.
Dirinya kemudian mencoba bertanya kepada beberapa pegawai yang berbeda di ruang lainnya untuk menelfon ZA. Namun, para karyawan memberitahu bahwa ZA bersama kawan-kawannya teresebut bukanlah karyawan Finance, melainkan hanya pihak eksternal.
“Baru saat itulah saya tau, kalau mereka bukan karyawan,” ujarnya.
Saat, GB mengaku khawatir sebab selain kendaraan, di dalam mobil juga ada Sertifikat Tanah, Televisi, Spiker dan pakaian serta dompetnya yang berisi uang, kartu debit, KTP serta beberapa dokumen pribadi lainnya. Sayangnya, saat dihubungi, AR justru meminta GB bertemu dengan pihak Finance pada pekan depan.
“Tetap saya hubungi pak, saya tunggu sampai lewat stengah 9 malam. Tapi mereka tidak mau datang. Jadi saya langsung melapor ke Polresta Gorontalo Kota dan alhamdulillah laporan kami sudah diterima. Kami juga sudah di BAP dan ada surat laporannya,” ungkap GB.
Dirinya memperkirakan, barang berharga yang ada di dalam kami mencapai Rp 15 juta. Belum termasuk serifikat tanah dan dokumen pribadi yang ada didalam dompet dan dashboard mobil.
“Kami hanya berharap pihak Polresta Gorontalo Kota bisa secepatnya memproses apa yang menjadi laporan kami ini. Sebab selain mobil, dokumen pribadi saya dan serifikat tanah itu sangat kami perlukan,” tuturnya.
Saat berita ini diturunkan, Hargo.co.id tengah berusaha menghubungi pihak Finance untuk dimintai klarifikasi terkait ketiga orang yang mengaku sebagai karyawan tersebut.(*)
Penulis: Sucipto Mokodompis












