Persepsi

Negeri Kaya yang Tak Memberi Kerja

×

Negeri Kaya yang Tak Memberi Kerja

Sebarkan artikel ini
Negeri Kaya yang Tak Memberi Kerja
Ilustrasi. (Foto: Radar Bojonegoro)

Bahkan program Danantara yang disebut-sebut akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi,

Berita Terkait:  Tidak Cukup Viral: Mengapa Media Harus Mengejar Resonansi?

pada kenyataannya justru lebih banyak mendorong efisiensi tak terkendali ketimbang membuka ruang hidup bagi rakyat kecil.

Selama pendekatan seperti ini terus dilanggengkan, angka pengangguran hanya akan terus merambat naik tanpa arah penyelesaian yang sungguh-sungguh.

Berita Terkait:  Dalang yang Harus Bertanggung Jawab

Optimisme yang terlalu tinggi dari pemerintah soal kondisi ekonomi nasional, pada akhirnya malah menjebak mereka dalam kesalahan diagnosa terhadap akar persoalan.

Salah satu contohnya adalah ketika Kemenaker menyebut bahwa dua tantangan utama pengangguran di Indonesia terletak pada tergantikannya tenaga manusia oleh mesin dan minimnya kelincahan masyarakat dalam mencari kerja (agility).

Berita Terkait:  Bagaimana Peta Politik Menuju Pilgub Gorontalo?

Alih-alih menyentuh akar persoalan, solusi yang ditawarkan pun tampak sekadar tambal sulam.

Untuk menjawab tantangan otomasi, pengusaha justru diminta menurunkan tingkat penggunaan teknologi—sebuah langkah yang terdengar irasional di tengah laju dunia yang justru semakin terdigitalisasi.

Berita Terkait:  Peran Strategis Organisasi Profesi Dalam Transformasi Sistim Kesehatan Indonesia

Sementara itu, untuk mengatasi masalah agility, pelatihan vokasi kembali diandalkan sebagai solusi pamungkas: mulai dari program upskilling, reskilling,

hingga pembentukan mental tahan banting yang dikemas dengan jargon kekinian seperti one-tech dan daya juang.

Berita Terkait:  Cegah Perilaku Bunuh Diri dengan Kecerdasan EmosionalĀ 

Namun, realitas di lapangan berbicara lain. Gelar sarjana kini tak lagi menjamin apa pun.