Akibatnya, kekayaan alam Indonesia tidak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat, dan hasilnya lebih banyak mengalir keluar negeri daripada dinikmati oleh masyarakat.
Dalam sistem alternatif yang berbasis pada prinsip-prinsip Islam, negara berperan aktif dalam mengelola sumber daya alam untuk kepentingan rakyat.
Negara memastikan bahwa hasil dari sumber daya alam dimanfaatkan untuk pembangunan sosial dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas, bukan hanya untuk keuntungan perusahaan swasta.
Begitu pula dengan sektor pendidikan dan ketenagakerjaan yang, dalam sistem kapitalisme, cenderung mengabaikan kebutuhan praktis dan keterampilan yang dibutuhkan oleh pasar kerja.
Banyak lulusan pendidikan formal yang kesulitan mencari pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka,
karena sistem pendidikan yang tidak selalu relevan dengan kebutuhan industri.
Dalam sistem Islam, pendidikan lebih diarahkan untuk menciptakan individu yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan di sektor riil.
Negara berperan dalam mengarahkan pelatihan dan pendidikan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,
menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan di sektor-sektor yang memiliki potensi untuk menyerap tenaga kerja secara optimal.
Di sisi lain, upah pekerja di bawah sistem kapitalisme sering kali tidak sebanding dengan inflasi dan biaya hidup yang terus meningkat.












