Hargo.co.id, GORONTALO – Ratusan warga Gorontalo dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam Kongres V Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) Tahun 2026. Selain menjadi forum konsolidasi organisasi, pertemuan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat tali persaudaraan masyarakat Gorontalo di perantauan.
Sebanyak 559 peserta tercatat menghadiri kongres yang dipusatkan di Aula Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo, Bhandayo Lo Yiladia (BLY), Jumat (6/11/2026). Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 November 2026.
Ketua Panitia Kongres V KKIG, Merlan Uloli, menyebutkan ratusan peserta datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sekaligus menyukseskan agenda besar organisasi.
Kongres ini turut dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, anggota DPRD Provinsi Gorontalo Meyke Camaru, serta Wali Kota Gorontalo yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda), Nuryanto.
Sejumlah tokoh lainnya juga hadir, di antaranya Dewan Pembina DPP KKIG Marsda (Purn) Mujahidin Harpin Onde dan Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara, Iskandar Kamaru.
Tidak sekadar menjadi pertemuan silaturahmi, Kongres V KKIG juga membawa sejumlah agenda penting bagi masa depan organisasi.
Agenda tersebut meliputi pemilihan Ketua Umum KKIG periode 2026–2030,
pelantikan ketua dan pengurus DPD KKIG di berbagai daerah, hingga penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).
Merlan Uloli menjelaskan, pelantikan pengurus DPD KKIG dari berbagai daerah dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP KKIG, Syafrudin Mosii, yang pada kongres kali ini juga akan mengakhiri masa kepemimpinannya.
Mewakili Pemerintah Kota Gorontalo, Pj Sekda Nuryanto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kongres tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai strategis, bukan hanya untuk menentukan arah organisasi,
tetapi juga menjaga ikatan kekeluargaan masyarakat Gorontalo yang tersebar di berbagai wilayah.
Nuryanto menilai, pertemuan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi warga Gorontalo di perantauan untuk kembali ke kampung halaman, bertemu kerabat,
serta memperkuat hubungan yang mungkin selama ini terjalin dari jarak jauh.
“Selain agenda utama, tentu kegiatan ini menjadi agenda pulang kampung dan sarana silaturahmi antar-warga Gorontalo yang telah berkiprah dan merantau di berbagai daerah di Tanah Air,” ujar Nuryanto.
Ia juga memberikan penghargaan kepada para peserta yang menyempatkan diri datang dari berbagai daerah,
bahkan harus mengeluarkan biaya pribadi demi mengikuti kongres.
“Semangat para peserta yang datang dari berbagai daerah, pulang kampung dan ikut kegiatan ini,
terlebih hadir dengan biaya sendiri, itu sangat luar biasa dan patut diapresiasi,” katanya.
Nuryanto berharap Kongres V KKIG tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru,
tetapi juga melahirkan keputusan strategis yang mampu memperkuat peran organisasi
dalam merangkul masyarakat Gorontalo, baik yang berada di daerah asal maupun di perantauan.
Ia menegaskan, semangat kebersamaan dan solidaritas harus terus dijaga
agar KKIG tetap menjadi wadah pemersatu warga Gorontalo di mana pun berada.
“Melalui kongres ini, KKIG diharapkan semakin memperkuat solidaritas antar-sesama warga Gorontalo, sekaligus menjaga hubungan kekeluargaan di tanah rantau,” pungkasnya.(Adv)












