Kab. Gorontalo

Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Gorontalo Menguat di Angka 5,35 Persen

×

Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Gorontalo Menguat di Angka 5,35 Persen

Share this article
Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Gorontalo Menguat di Angka 5,35 Persen
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi menyerahkan LKPJ kepada Ketua DPRD Zulfikar Usira.

Hargo.co.id, GORONTALO – Kinerja pembangunan Kabupaten Gorontalo sepanjang tahun anggaran 2025 menunjukkan tren positif.

Berita Terkait:  Bupati Sofyan: Latsar Jadi Proses Pembentukan ASN Berintegritas

Sejumlah indikator makro mengalami perbaikan, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga penurunan angka kemiskinan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi dalam Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, yang disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Gorontalo, Senin (6/4/2026).

Berita Terkait:  Pentadio Resort Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Kesehatan

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi daerah tercatat meningkat menjadi 5,35 persen. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami kenaikan menjadi 71,54, serta angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 14,89 persen.

“Capaian ini menunjukkan bahwa pembangunan daerah berjalan ke arah yang lebih baik, meskipun masih dihadapkan pada berbagai tantangan,” ujar Sofyan Puhi.

Berita Terkait:  Kunker Presiden ke Gorontalo, Nelson: Semangat Pembangunan Kedepan

Ia menjelaskan, tingkat pengangguran terbuka berada pada angka 3,26 persen dengan tingkat partisipasi angkatan kerja mencapai 67,61 persen.

Di sisi lain, inflasi tetap terkendali di angka 2,54 persen, sedangkan indeks gini berada pada level 0,364 yang menandakan ketimpangan masih dalam kategori moderat.

Berita Terkait:  Bupati Sofyan Ajak Warga Kabgor Dukung Program CPP Daerah Pemprov Gorontalo

Dari aspek keuangan, realisasi pendapatan daerah tahun 2025 mencapai 99,60 persen dari target, sementara realisasi belanja daerah sebesar 91,76 persen. Kondisi ini dinilai mencerminkan kinerja fiskal yang tetap terjaga di tengah berbagai tekanan.

Namun demikian, pemerintah daerah masih menghadapi sejumlah tantangan strategis, antara lain penyesuaian transfer dari pemerintah pusat, keterbatasan fiskal, tingginya proporsi belanja pegawai, hingga dampak bencana alam terhadap infrastruktur.

Berita Terkait:  Hari Kedua KPPD, Nelson: Bahas Prinsip Pembuatan Kebijakan

“Ke depan, kita harus lebih adaptif, inovatif, dan selektif dalam menetapkan prioritas pembangunan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Sofyan menambahkan, LKPJ merupakan amanat konstitusi sekaligus bentuk akuntabilitas pemerintah daerah kepada DPRD sebagai representasi masyarakat.

Berita Terkait:  Pemkab Gorontalo Apresiasi Gebyar Ketupat di Desa Luhu

Laporan tersebut memuat capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan sepanjang 2025, mencakup sektor pemerintahan, pembangunan, pelayanan publik, hingga pengelolaan keuangan daerah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD atas sinergi yang selama ini terjalin,

Berita Terkait:  Tak Kunjung Diperbaiki Secara Permanen, Warga Keluhkan Jalan Rusak di Desa Tilote

serta berharap adanya masukan dan rekomendasi guna penyempurnaan tata kelola pemerintahan ke depan.

“Rapat paripurna ini menjadi bagian penting dalam fungsi evaluasi dan pengawasan, sekaligus wujud komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif dalam mendorong pembangunan yang lebih baik,” pungkasnya.

Berita Terkait:  Wabup Tony Konsultasikan Dana Hibah di BNPB Pusat

Turut hadir Wakil Bupati Tonny S. Junus, Sekretaris Daerah Sugondo Makmur, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD,

para asisten dan staf ahli bupati, pimpinan OPD, camat se-Kabupaten Gorontalo, serta undangan lainnya. (Adv) 

Berita Terkait:  Rizal: Status UPTD Laboratorium Instalasi Kualitas Air Perlu Dirubah