HeadlinePersepsi

Politik Kekerabatan

×

Politik Kekerabatan

Sebarkan artikel ini
Politik Kekerabatan
Hamka Hendra Noer

Proses interaksi yang berlangsung terusmenerus, membuat setiap individu mengenal keseluruhan anggota komunitasnya secara mendetail. Perasaan berduka atau bersuka cita seseorang akan dirasakan pula oleh anggota komunitas yang lain. Hal ini pula yang mendorong mereka untuk bergegas membantu dan tolong menolong meringankan bebabn anggotanya. Setiap individu sangat tergantung kepada kelompok komunitasnya, sehingga dalam kelompok komunitas masyarakat pedesaan seorang individu rela berkorban untuk kebutuhan dan kepentingan kelompoknya.

Berita Terkait:  Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini

Berbeda dengan masyarakat desa, masyarakat kota sangat kompleks. Di suatu lokasi pemukiman terdapat berbagai macam warga dengan latar belakang etnik dan sosial budaya yang heterogen urban komunity. Masyrakat urban pada umumnya terbentuk atas dasar keinginan untuk mendapat kehidupan yang layak, serta hiruk pikuk kota yang menyediakan berbagai macam layanan jasa dan hiburan. Walaupun demikian masyarakat urban juga memiliki kelompok kekerabatan yang terbentuk berdasar asal daerah atau suku.

Orang Gorontalo misalnya, memiliki organisasi kekerabatan di Jakarta dan dibeberapa daerah di Indonesia seperti Lamahu (Huyula Heluma Lo Hulonthalo yang berarti kegotongroyongan)dan KKIG ( Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo).

Berita Terkait:  Satu Unit Truck Bermuatan Bekatul Terbalik di Jembatan Pulubala

Komunitas masyarakat desa dan kelompok masyarakat kota dalam hubungan interaksi sosialnya di gambarkan oleh Kontjaraningrat (2009:127) dengan istilah gemeinschalft untuk masyarakat desa dan geselschalft untuk masyarakat kota. Dalam istilah yang lain kedua model masyarakat tersebut oleh EmileDurkheim(2003:68)dalam bukunya: The Elementary Forms ofthe Relegious Lift disebut solidaritas mekanik untuk masyarakat desa dan solidaritas organik untuk masyarakat kota.

Dalam bidang penegakan hukum, masyarakat solidaritas mekanik cenderung menyukai hukum yang bersifat represif. Masing-masing orang memiliki dan memegang teguh moralitas kolektif, jika terdapat pelanggaran terhadap moralitas bersama tersebut menjadi sensitif. Pelanggaran hukum moral kolektif itu akan mendapat sanksi yang represif. Pencuri misalnya, akan mendapat hukuman pengusiran hingga terisolasi dari anggota komunitasnya. Pengawasan hukum dilakukan secara bersama. Karena pola pengorganisasian masyarakat mekanik bersifat umum tanpa perbedaan, serta komitmen terhadap moral politik.

Berita Terkait:  Kejari Gorut Geledah Kantor PDAM, Terkait Dugaan Penyelewengan Uang Negara Rp. 2,3 Miliar

Secara umum dapat dikatakan bahwa gemeinschalft mengutamakan interaksi atau hubungan karib, sedangkan geselschalft mengutamakan hubungan berguna. Hubungan karib berlangsung secara intensif yang sifat interaksinya tulus dan tanpa pamrih. Sedangkan geselscalft intensitas hubungannya didasarkan atas kepentingan atau keuntungan yang diperoleh.