HeadlineMetropolis

Dugaan Pungli dan Calo Nomor Antrian, Begini Penjelasan Pihak SPBU Ulapato

×

Dugaan Pungli dan Calo Nomor Antrian, Begini Penjelasan Pihak SPBU Ulapato

Share this article
Dugaan Pungli dan Calo Nomor Antrian, Begini Penjelasan Pihak SPBU Ulapato
Agus Husna, HRD PT. Karya Jaya Mandiri saat diwawancarai awak media, Kamis (9/11/2023). (Foto: Iwan/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Ulapato membantah terkait keluhan praktik pungli dan calo nomor antrian yang diduga terjadi di SPBU tersebut.

Agus Husna, HRD PT. Karya Jaya Mandiri Persada dalam keterangan tertulisnya mengatakan, Management SPBU Ulapato selalu melakukan pengawasan ketat sehubungan dengan pendistribusian BBM yang ada di SPBU Ulapato.

Berita Terkait:  Inflasi Kota Gorontalo Masih Terkendali, Warga Tak Perlu Panik

“Instrument Pengawasan yang ada saat ini di SPBU Ulapato sudah sesuai standart Pengawasan yang dipersayaratkan oleh PT. Pertamina (Persero),” kata Agus, Kamis (9/11/2023).

Ia menyebutkan, ada 16 Channel CCTV yang terkoneksi dengan Kantor Pusat PT. Karya Jaya Mandiri Persada. Selain itu, ada juga CCTV IPCAM yang terkoneksi dengan Kantor Pusat PT. Karya Jaya Mandiri Persada dan PT. Pertamina (Persero).

Berita Terkait:  Dugaan Kasus Korupsi Minyak Goreng: Airlangga Dipanggil Kejagung

“Semua itu kita siapkan untuk mencegah terjadinya penyaluran BBM Subsidi agar tidak salah sasaran,” terangnya.

Terkait antrian yang ada dengan menggunakan nomor antrian, kata Agus, hal in sudah sesuai dengan arahan SBM IV PT. Pertamina (Persero) Depot Gorontalo, dimana hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya antrian Panjang yang dapat mengakibatkan kemacetan Panjang diruas jalan raya limboto.

Berita Terkait:  Seorang Petani di Kwandang Dikabarkan Hanyut Terseret Air Sungai Boalemo

Dimana, tata cara pedistribusian nomor antrian dilakukan satu hari sebelum penyaluran BBM (Solar) hari itu.

“Jadi memang benar apabila ada mobil yang masuk antrian tetapi tidak memegang nomor antrian, maka mobil tersebut akan diminta untuk keluar dari jalur antrian,” ungkapnya.

Berita Terkait:  Bawa Sabu dari Parimo, Seorang Pemuda 29 Tahun Diamankan di Pohuwato

Agus juga membantah terkait keluhan jual beli nomor antrian antara Calo dan Sopir. Ia mengatakan, transaksi yang terjadi diluar areal SPBU sudah diluar kendali pihaknya karena setiap pendistribusian nomor antrian, sopir wajib menunjukkan STNK.

“Jadi tidak benar bahwa kalo ada orang yang memegang nomor antrian tetapi yang bersangkutan bukanlah seorang sopir,” ungkapnya.
Berita Terkait:  Dugaan Pengeroyokan Oknum Polisi, Kuasa Hukum Pemkot: Anggota Satpol PP Tak Punya Senjata Kejut

“Kalu bukan supir, biasanya itu keluarganya. Kadang anak atau istri supir,” tambahnya.

Saat ditanyakan terkait kesesuaian Nomor Polisi kendaraan yang ada di STNK dengan kendaraan yang mengantri, Agus meminta Staf Administrasi SPBU Ulapato, Ardendi Kadir untuk menjelaskan.

Berita Terkait:  KPU Kabgor Gelar Rakor Persiapan PSU

“Memang benar ada yang begitu. Karena biasanya ada yang sudah punya nomor antrian tapi tidak jadi mengantri. Nah biasanya ini diberikan kepada orang lain. Kami juga tidak mungkin menolak,” kata Ardendi.

Agus juga meminta masyarakat yang menjadi konsumen untuk melapor ke pihak manajemen bila menemukan praktek pungli di wilayah SPBU tersebut. Apalagi, jika disertai dengan bukti.

Berita Terkait:  Dua Terduga Pelaku Penganiayaan Pake Sajam Berhasil Diringkus Polisi

“Dalam rangka mencegah orang orang yang tidak berkepentingan (diduga calo) berada diareal SPBU, beberapa waktu yang lalu kami telah melakukan teguran keras dan pengusiran terhadap dua) orang yang diduga calo yang sering berada diareal SPBU,” kata Agus.

“Sampai saat ini ke dua orang tersebut sudah tidak berani lagi masuk ke Areal SPBU atau mendekati pulau pompa,” ungkapnya.

Berita Terkait:  Delapan Peristiwa Kebakaran Terjadi di Gorontalo dalam Sehari

Sebelumnya, masyarakat yang menjadi konsumen di SPBU Ulapato mengeluhkan praktik pungli dan calo nomor antrian yang diduga terjadi di SPBU tersebut. Diduga, praktek pungli dan calo nomor antrian ini sudah berlangsung cukup lama di SPBU tersebut.(*)

Penulis: Sucipto Mokodompis 

Berita Terkait:  Buat Petisi, Warga Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Kades Moutong