Hargo.co.id, GORONTALO – Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII yang akan berlangsung pada 20–25 Juni 2026 di Kabupaten Gorontalo diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menegaskan bahwa ajang berskala nasional ini tidak sekadar seremoni, melainkan peluang besar bagi warga untuk meningkatkan pendapatan.
Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah diyakini akan menghidupkan berbagai sektor ekonomi lokal.
“Momentum ini harus dimanfaatkan masyarakat. Mulai dari penyedia homestay, pelaku UMKM, pedagang, hingga jasa transportasi akan merasakan dampaknya,” ujar Sofyan Puhi.
Pemerintah daerah mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menampilkan produk unggulan khas Gorontalo, baik kuliner maupun kerajinan.
PENAS KTNA menjadi panggung strategis untuk memperkenalkan potensi daerah kepada tamu dari seluruh Indonesia.
Lonjakan jumlah peserta diperkirakan signifikan.
Hingga saat ini, sedikitnya 32 daerah telah mendaftar dengan estimasi peserta mencapai 15 hingga 20 ribu orang, dan berpotensi meningkat hingga 30 ribu peserta.
Untuk mendukung kebutuhan akomodasi, sekitar 6.000 rumah warga telah disiapkan sebagai homestay.
Lokasinya tersebar di Kecamatan Limboto, Limboto Barat, Telaga, Telaga Biru, dan Telaga Jaya dalam radius sekitar tujuh kilometer dari pusat kegiatan.
“Skema homestay ini membuka peluang ekonomi langsung bagi masyarakat,” jelas Sofyan Puhi.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus mempercepat kesiapan infrastruktur. Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah revitalisasi Menara Pakaya sebagai ikon daerah.
Proyek ini menelan anggaran sekitar Rp7,8 miliar melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Gorontalo dengan pihak Danantara, dan ditargetkan rampung sebelum kegiatan dimulai.
Menurut Sofyan Puhi, keberhasilan pelaksanaan PENAS sangat ditentukan oleh kesiapan masyarakat dalam menyambut tamu.
“Kita ingin para peserta merasa nyaman selama berada di Gorontalo. Keramahan dan pelayanan masyarakat akan menjadi kesan yang dibawa pulang, dan itu berdampak jangka panjang bagi daerah,” tegasnya.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan dan dukungan masyarakat, PENAS KTNA XVII 2026 diharapkan
tidak hanya sukses sebagai agenda nasional, tetapi juga menjadi momentum strategis
dalam memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan warga.(Adv)












