Kab. Bone Bolango

Seluruh Desa Wajib Alokasikan Dana Penanganan Stunting dan Kemiskinan

×

Seluruh Desa Wajib Alokasikan Dana Penanganan Stunting dan Kemiskinan

Share this article
Dana Stunting
Plt Bupati Bone Bolango, Merlan S. Uloli.

Hargo.co.id, GORONTALO – Seluruh desa yang ada di Kabupaten Bone Bolango diwajibkan untuk mengalokasikan dana program intervensi stunting dan kemiskinan lewat dana desa.

Berita Terkait:  Pustakawan Minim, Penggerak Literasi Bone Bolango Desak Aksi Nyata

Ini sebagaimana ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bone Bolango, Merlan S. Uloli saat memberikan pengarahan umum kepada pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah dan kepala desa di Auditorium Bone Bolango, Senin (13/11/2023).

Memerintahkan pengalokasian dana desa untuk pembiayaan program penanganan kemiskinan dan stunting, sosok yang dikenal sangat disiplin itu, bukan tanpa alasan. Menurutnya, program yang selama ini dilaksanakan tidak begitu maksimal, yakni satu desa mengintervensi 10 kepala keluarga miskin.

Berita Terkait:  Berikan Pelayanan Terbaik kepada Pasien, Pesan Sekda Ishak ke Saat Monev Kemenkes di RSUD Toto Kabila

Oleh karena itu, ia menginstruksikan APBDes tahun 2024 harus dibahas sekarang agar program intervensi stunting dan kemiskinan bisa linear dengan program yang ada di OPD.

“Program ini harus dikawal dengan baik. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa sangat menentukan suksesnya program ini. Jangan kita berjalan sendiri. Meskipun uang kita hanya sedikit, kita harus punya strategi yang jitu untuk penanganan stunting dan kemiskinan di daerah ini,”ujar Merlan.

Berita Terkait:  ASN Pemkab Bone Bolango Wajib Tingkatkan Disiplin

Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Bone Bolango itu mengungkapkan, angka kemiskinan dan stunting akan menjadi penilaian kinerja pemerintah daerah. Ia pun berharap program bantuan kebun, kolam dan kandang (KAKANDA) harus dijalankan dengan maksimal.

“Ini menjadi prioritas kita dan harus dianggarakan pada Dana Desa. Memberantas stunting dan kemiskinan ini harus dimulai dari hulu. Ditengah keterbatasan anggaran, ini harus menjadi fokus kita semua,” pungkasnya.(*) 

Berita Terkait:  Bimtek Membaca Nyaring, Dorong Pembentukan Komunitas dan Antologi Cerita Anak

Penulis: Rendi Wardani Fathan