Kabar Nusantara

Sidang Lanjutan Kasus Johnny G Plate Kembali Digelar

×

Sidang Lanjutan Kasus Johnny G Plate Kembali Digelar

Sebarkan artikel ini
Sidang Lanjutan
Sidang Lanjutan kasus korupsi Bakti Kominfo kembali digelar oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi PN Jakarta Pusat, Selasa (22/8/2023). (Dok. VIVA.co.id)

Hargo.co.id, JAKARTA – Sidang Lanjutan kasus korupsi Bakti Kominfo kembali digelar oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan (PN) Jakarta Pusat, Selasa (22/8/2023).

Berita Terkait:  Sejumlah Jalur Bakal Ditutup saat Tamu Negara KTT AIS Forum 2023 Melintas, Polri Minta Maaf

Jaksa menghadirkan 3 saksi pada persidangan tersebut, yakni yakni eks Menkominfo Johnny G Plate, Direktur Utama (Dirut) Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), Anang Achmad Latif; dan eks Tenaga Ahli Human Development (Hudev) Universitas Indonesia (UI) Yohan Suryanto.

Saksi pertama yang dimintai keterangan oleh Hakim adalah Senior Manajer Implementasi Bakti Erwien Kurniawan, ia dicerca pertanyaan mengenai penyurveian ribuan titik tower BTS.

Berita Terkait:  Bid Propam Polda Gorontalo, Komit Beri Pelayanan Terbaik Bagi Publik

“Lokasinya 7.904 BTS, sudah didatangi semua?” tanya Ketua Majelis Hakim Fahzal di persidangan, dikutip dari OKEzone.com.

Erwien pun menjawab bahwa ia telah melakukan survei tahap 1, namun untuk tahap 2 belum semua didatangi.

Berita Terkait:  Polri Gelar Wayang Kulit Berlakon Wahyu Cakraningrat, Dedi: Rangkaian Hari Bhayangkara

“Tahap satu, 4.200 sudah didatangi, tahap dua tidak semuanya didatangi,” jawab Erwien.

“Tidak semua didatangi, mulai terkuak barang, apakah, berapa jumlahnya semua yang betul-betul didatangi?” tanya Hakim Fahzal

Berita Terkait:  Ratusan Masyarakat Antusias Ikuti Baksos Pengabdian Alumni Akabri 89

“5.618,” jawab Erwien.

Erwien menjelaskan banyak BTS yang tidak didatangi, dikarenakan konsorsium tidak mampu menjangkau keseluruhan.

“Bukan itu soalnya pak, konsorsium tidak sanggup, dia tanda tangan kontrak

dengan titik koordinat 7.900 sekian, lalu konsorsium pula ngapain pula tergantung dengan konsorsium,” ucap Hakim Fahzal.

“Kenapa? karena 7.904 titik itu, itulah yang disusulkan anggarannya pak,

kalau begitu 5.600 sekian di luar itu tidak akurat itu titik koordinatnya,” lanjutnya.

Berita Terkait:  Polda Siap Amankan Tempat Ibadah dan Objek Vital saat Nataru

Lebih lanjut, ia menanyakan persoalan jumlah titik lokasi yang telah memiliki sinyal sebelumnya, namun tetap didaftarkan di angka 7.904 area.

“Itu keinginan dari Presiden supaya pada waktu itu, COVID-19 masih meradang itu. Belajar online, di desa-desa supaya masyarakat itu tidak terhenti anak-anaknya untuk melaksanakan pendidikan maka jadi program prioritas salah satunya Kominfo. Itu lah pak, Saudara bagian itu, hanya bisa disurvei 5.618,” tutupnya.(*)

Berita Terkait:  Wartawan Diintimidasi saat Liputan Diskusi Generasi Muda Partai Golkar

*)Artikel ini telah tayang di OKEzone.com, dengan judul: “Sidang Lanjutan Johnny G Plate, Hakim Geram 2.286 Titik Tower BTS Belum Disurvei Langsung” pada edisi Selasa, 22 Agustus 2023.