Legislatif

Tangani Gaji ASN yang Belum Dibayarkan, Iskandar Usul Tarik Penyertaan Modal di BSG

×

Tangani Gaji ASN yang Belum Dibayarkan, Iskandar Usul Tarik Penyertaan Modal di BSG

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo, Iskandar Mangopa.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo, Iskandar Mangopa.

Hargo.co.id, GORONTALO – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo, Iskandar Mangopa mengaku prihatin dengan aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Gorontalo yang belum menerima gaji bulan Maret 2024.

badan keuangan

Persoalan tersebut, menurut Iskandar, harus segera ditangani serius oleh pihak eksekutif secara cepat.

Jika tidak, kata Iskandar, eksekutif akan lebih kelabakan, mengingat hari raya Idul Fitri sudah tak lama lagi, yang tentunya di momen itu, pemerintah daerah harus memikirkan pembayaran tunjangan hari raya (THR).

badan keuangan

“Saat ini saja gaji ASN bulan Maret bersama kenaikan delapan persen belum juga dibayarkan. Sementara daerah lain sudah terbayarkan, apalagi dengan kondisi keuangan daerah saat ini sudah pasti butuh persiapan extra untuk THR nanti dan itu sudah harus dipikirkan,” jelas Iskandar.

Aleg tiga periode ini di DPRD ini juga sangat menyayangkan kondisi keuangan daerah saat ini, sehingga dirinya menyarankan ada baiknya menarik penyertaan modal yang saat ini ada di Bank Sulutgo (BSG).

“Itu salah satu cara untuk menyelamatkan hak-hak para ASN Kabupaten Gorontalo. Apalagi, bulan depan selain gaji juga ditambah dengan THR, sehingga ada baiknya penyertaan modal yang diberikan pemerintah ke pihak perbankan untuk ditarik saja,” tutur Iskandar.

Ketika disinggung, bukannya DPRD Kabupaten Gorontalo mendorong eksekutif untuk menambah penyertaan modal di BSG? Iskandar menjawab, memang benar beberapa tahun lalu DPRD pernah mengusulkan untuk menambah penyertaan modal.

Akan tetapi, ucap dia, dengan kondisi saat ini tidak mungkin lagi menambah penyertaan modal lagi.

“Ada baiknya mengambil sebagian untuk menutupi kekurangan keuangan, karena juga devidennya pun tidak ada keseimbangan antara kebutuhan. Kalau normal saya rasa efektif, tetapi kondisi saat ini tidak normal, karena saat ini keuangan daerah lagi kosong. Sementara di sisi lain daerah punya uang tersimpan di bank,” ujar Iskandar panjang lebar.

Berita Terkait:  Sponsori Open Turnamen Grasstrack Motocross, Sri Sumuri: Komitmen Saya Untuk Pemulihan Pohuwato

Meski begitu, ucap Iskandar, penarikan modal di BSG harus dikaji. Untuk itu, pihaknya menjadwalkan pertemuan dengan Badan Keuangan guna menanyakan persoalan dan mencari solusi yang terbaik.

“Karena memang kondisi keuangan kita lagi tidak baik-baik saja, sehingga perlu dibicarakan bersama, baik pemerintah daerah dan DPRD dan harus dicarikan solusi secepatnya. Apalagi, saat ini bukan hanya tidak menerima gaji, tetapi juga saldo di rekening para ASN pun tak bisa ditarik karena telah diblokir, sehingga ASN mengalami kerugian berlipat,” pungkas Politisi Golkar ini.(*)

Penulis: Deice



hari kesaktian pancasila