Edukasi

Teatrikal Langgu Tutup Bulan Sastra HMJ Bastrasia UNG

×

Teatrikal Langgu Tutup Bulan Sastra HMJ Bastrasia UNG

Sebarkan artikel ini
Teatrikal Langgu Tutup Bulan Sastra HMJ Bastrasia UNG
Teatrikal Langgu pada penutupan kegiatan malam puncak bulan Sastra yang digelar HMJ Bastrasia UNG.

Hargo.co.id, GORONTALO – Malam Puncak Bulan Sastra yang digelar HMJ Bastrasia ditutup dengan pertunjukan teatrikal bertajuk Langgu di pelataran Perpustakaan Kampus 4 Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Selasa (28/4/2026).

Berita Terkait:  Mahasiswa Sendratasik UNG Tampilkan Ragam Budaya Nusantara dalam Ujian Praktik Tari

Pementasan ini menghadirkan suasana hening dengan balutan nuansa mistis yang kuat, berpadu dengan kekayaan budaya lokal Gorontalo.

Penggarap pertunjukan, Nurwafiq Azizah, mengungkapkan bahwa ide pementasan tersebut lahir secara spontan.

Berita Terkait:  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Luncurkan Program Smart School di Boalemo

Awalnya, ia hanya diundang sebagai juri sekaligus pelatih puisi komedi dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Namun, karena kendala teknis saat persiapan akhir, ia memutuskan untuk menghadirkan teatrikal dengan tema Langgu sebagai alternatif penutup acara.

Berita Terkait:  Pembangunan TP2S, jadi Program Inti Mahasiswa KKN UNG di Desa Salilama

Menurutnya, cerita yang diangkat berangkat dari pengalaman nyata saat mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Ia mengaku pernah menyaksikan langsung kejadian seseorang yang mengalami fenomena Langgu di kawasan Sungai Bone, yang diyakini berkaitan dengan gangguan makhluk halus yang dikenal sebagai Lati dalam kepercayaan lokal.

Berita Terkait:  Masjid Sabilurrasyad UNG Siap Salurkan Bantuan Kurban Presiden ke Warga

“Pertunjukan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk pengingat bahwa nilai budaya dan kepercayaan tradisional masih hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam proses kreatifnya, Nurwafiq melakukan riset selama dua minggu guna memastikan keakuratan unsur budaya yang ditampilkan.

Berita Terkait:  Minim SDM, Diseminasi Terkait Disabilitas Harus Diintensifkan

Ia berkonsultasi dengan sejumlah senior terkait penggunaan bahasa dan adat Gorontalo.

Beberapa elemen tradisional seperti Pandungi, Tari Dayango, hingga doa-doa arwah turut dimasukkan secara hati-hati agar tidak melenceng dari nilai aslinya.

Berita Terkait:  Guru MAN 1 Pohuwato Ini Raih Juara II Kampanye Sadar Halal di Pesona Tameto 2025

Teatrikal ini melibatkan 10 pemeran dengan latar belakang beragam. Menariknya, tidak semua pemain berasal dari Gorontalo.

Beberapa di antaranya bahkan berasal dari luar daerah, termasuk Sulawesi Tengah,

Berita Terkait:  FSB UNG Gelar Pembinaan dan Pembimbingan Intensif Bagi Peserta KDMI

namun tetap berupaya mempelajari dialek serta budaya setempat demi totalitas peran.

Ke depan, ia berharap pertunjukan Langgu dapat terus dikembangkan. Rencana lanjutan pun telah disiapkan dengan konsep yang lebih matang.

Berita Terkait:  Kampung Wisata Herbal di Limboto Banyak Miliki Keunggulan

“Ke depan, saya ingin menghadirkan Langgu Part 2 dengan penguatan unsur adat, termasuk nilai sopan santun dan pantangan dalam budaya Gorontalo,” pungkasnya. (Mg-08)