Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Boalemo terus memaksimalkan proses pendataan calon peserta didik untuk Program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 71.
Upaya tersebut dilakukan melalui penjangkauan langsung ke sejumlah wilayah guna memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan mengikuti program pendidikan tersebut.
Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, turun langsung bersama tim melakukan verifikasi dan pendataan calon siswa di Kecamatan Tilamuta dan Kecamatan Mananggu, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan itu difokuskan pada anak-anak usia sekolah yang berasal dari kelompok keluarga desil 1 dan desil 2 atau kategori miskin dan miskin ekstrem.
Menurut Lahmuddin Hambali, saat ini pemerintah daerah memprioritaskan pemenuhan kuota peserta didik untuk jenjang Sekolah Dasar (SD)
dan Sekolah Menengah Atas (SMA), sementara kebutuhan peserta didik tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah terpenuhi.
“Untuk SMP, kuotanya sudah lengkap. Saat ini tim masih bergerak melakukan pendataan dan penjangkauan calon siswa SD dan SMA agar seluruh kuota yang tersedia dapat terpenuhi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebanyak 90 siswa SMP telah ditetapkan dan terbagi dalam tiga rombongan belajar.
Selain itu, pemerintah daerah juga telah menyiapkan 28 calon siswa cadangan sebagai langkah antisipasi
apabila terdapat perubahan data maupun peserta yang mengundurkan diri.
Hingga pertengahan Juni, jumlah calon siswa yang berhasil terdata untuk jenjang SD mencapai 73 orang,
sedangkan jenjang SMA sebanyak 87 orang. Angka tersebut masih terus bergerak seiring proses verifikasi dan pendataan yang dilakukan oleh tim di lapangan.
Lahmuddin Hambali menegaskan, Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi.
Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya memastikan tidak ada anak dari keluarga miskin
yang kehilangan kesempatan mendapatkan layanan pendidikan yang layak.
“Program ini hadir untuk membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, kami terus melakukan penjangkauan agar seluruh kuota yang tersedia dapat terisi sesuai target,” katanya.
Pemkab Boalemo optimistis seluruh kebutuhan peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 71 dapat terpenuhi
sebelum pelaksanaan program dimulai, sehingga semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu
yang memperoleh kesempatan belajar dalam lingkungan pendidikan yang berkualitas dan inklusif.(Rls)












