HeadlineMetropolis

Delapan Warga Kota Gorontalo Diduga Keracunan Usai Santap Mie Goreng di Sebuah Hajatan

×

Delapan Warga Kota Gorontalo Diduga Keracunan Usai Santap Mie Goreng di Sebuah Hajatan

Share this article
Delapan Warga Biawu Diduga Keracunan Usai Santap Mie Goreng di Sebuah Hajatan
Sejumlah anak yang mengalami keracunan makanan saat dirawat di RS Otanaha, Kota Gorontalo, Selasa (6/7/2024). (Foto: Natha/Gorontalo Post)

Hargo.co.id, GORONTALO – Warga Kota Gorontalo, dibuat gempar dengan adanya insiden kasus dugaan keracunan yang dialami delapan orang di Kelurahan Buliide, Kecamatan Kota Barat, Senin (5/8/2024).

Berita Terkait:  Pemicu Kebakaran RSUD Dunda Limboto Diduga Lantaran Kompor Gas Meledak

Di kutip dari Gorontalo Post, warga yang diduga mengalami keracunan berjumlah delapan orang. Mereka awalnya mengalami mual, muntah, sakit perut hingga diare usai menyantap mie goreng di acara doa selamatan empat tahunan kelahiran seorang anak.

Berita Terkait:  Dahlan Iskan Tagih Utang ke Jawa Pos, Nilainya Capai Rp 54,5 Miliar

Kedelapan warga terebut, terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Otanaha, Kota Gorontalo.

Berita Terkait:  Kronologi Jatuhnya Pesawat SAM Air di Lokasi Tambak Pohuwato

Kepala seksi rawat dan gawat darurat RS Otanaha, Kota Gorontalo dr Sofian Adam saat ditemui pada Selasa (5/8/2024), mengatakan, pihaknya telah menangani kedelapan korban dugaan keracunan makanan sesuai standar operasional prosedur (SOP) penaganan pasien keracunan.

“Ya, untuk keracunan ini kejadiannya malam, ada tujuh anak dan satu orang dewasa,” ungkap dr Sofian.

Berita Terkait:  Sejumlah Organisasi di Gorontalo Gelar Diskusi Terkait Danau Limboto

Lebih lanjut dijelaskan Sofian, kedelapan korban itu mengkonsumsi makanan

saat di acara selamatan empat tahun ponakan salah seorang pagawai RS Otanaha bernama Marni.

“Untuk lebih jelasnnya bagaimana kronologi kejadian nanti akan dijelaskan oleh ibu Marni selaku yang punya hajatan,” tandas Sofian.

Berita Terkait:  5 Desa di Tolinggula Terendam Banjir, Akses Papualangi-Limbato Tertutup Longsor

Sementara itu, Marni menjelaskan, bahwa makanan yang disajikan kepada para tamu undangan adalah

mie basah yang dibeli dari salah satu pabrik mie yang ada di Biawu.

Selanjutnya mie basah itu dimasak menjadi mie goreng. Acara tersebut digelar pukul 17.00 Wita.

Berita Terkait:  Rum Pagau Resmikan Enam Gedung Baru RSUD Iwan Bokings

Namun, para korban satu-persatu mulai merasakan gejala mual, muntah, diare dan sakit perut saat malam hari. Saat itu juga para korban langsung dilarikan ke rumah sakit.

“Kami tidak tahu apakah mie yang kami beli itu mengandung apa. Yang jelas sampelnya sudah diambil oleh Dinas Kesehatan untuk kemudian dikirim ke Balai POM Gorontalo guna pemeriksaan lebih lanjut,” kata Marni.

Berita Terkait:  Ini Data Pemilik Rumah yang Digeledah KPK di Kelurahan Ipilo

Untuk saat ini para korban dugaa keracunan makanan itu diakui Marni sudah mulai membaik.

“Kami berharap agar hasil pemeriksaan LAB dari BPOM segera keluar untuk mengetahui kandungan yang terdapat dalam mie tersebut,” tutup Marni. (Roy/Tha)

Berita Terkait:  Harian Gorontalo Post Terus Wujudkan Komitmen di Dunia Pendidikan