Legislatif

Jadikan Sejarah Bangsa Sebagai Ajang Refleksi Kebangsaan

×

Jadikan Sejarah Bangsa Sebagai Ajang Refleksi Kebangsaan

Share this article
Jadikan Sejarah Bangsa Sebagai Ajang Refleksi Kebangsaan
Aleg DPRD Gorut, Mikdad Yeser. (Foto: Dok. HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Peristiwa masa lalu yang menjadi sejarah bangsa diharapkan tidak hanya menjadi sebuah peringatan seremonial tahunan.

Berita Terkait:  Tutup Silatda AJP, Beni Nento Sampaikan Pesan Mendalam

Lebih dari itu, diharapkan setiap momen penting tersebut, menjadi ajang refleksi untuk lebih menanamkan pemahaman kebangsaan setiap generasi yang ada saat ini, dimana sejarah yang pernah terjadi, menimbulkan rasa trauma yang mendalam bagi rakyat dan generasinya.

Seperti halnya peristiwa 30 September 1965 yang menjadi sebuah pelajaran penting bagi kita semua yang saat ini menikmati hasil perjuangan para pahlawan dan menjalani serta mengisi kemerdekaan tersebut sesuai dengan profesi yang digeluti.

Berita Terkait:  Irwan: Buruh Tulang Punggung Ekonomi

Bagi Mikdad Yeser Anggota DPRD Gorut dari Fraksi Nasdem yang memahami peristiwa tersebut berdasarkan pelajaran sejarah saat sekolah, dimana ada kelompok tertentu yang hendak merubah ideologi negara dengan mengambil alih kekuasaan negara secara paksa, sehingga menciptakan ketidak stabil politik yang berkepanjangan.

Tidak hanya itu saja, ada beberapa Jenderal TNI yang menjadi korban penculikan dan pembunuhan dan menjadi saksi bisu tragedi tersebut.

Berita Terkait:  Berbaur Tanpa Sekat, Begini Cara Beni Nento Jaring Asmara di Desa Pohuwato

Karena kejadian tersebut, kemudian pada 1 Oktober setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

“Kejadian yang menjadi sejarah bangsa tersebut menjadi pelajaran berharga bagi generasi penerus saat ini agar tidak terjebak dalam konflik ideologi yang pada akhirnya dapat memecah bangsa,” kata Mikdad Yeser.

Berita Terkait:  Tuntaskan Sengketa Lahan Pelabuhan Anggrek, Dekab Gorut akan Bentuk Pansus

Tentunya sebagai bangsa yang besar dan telah mengalami berbagai peristiwa,

kondisi pasang surut, dapat mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi itu kata Mikdad Yeser.

“Sejarah tidak boleh dilupakan, namun kita semua juga tidak boleh terjebak dalam dendam sejarah yang berkepanjangan,” ujarnya.

Berita Terkait:  Dikeluhkan Warga, Komisi IV DPRD Kabgor Sidak Sistem Pelayanan RSUD MM Dunda

Sebagai generasi penerus, kata Mikdad, tentunya memiliki tugas dan tanggungjawab dalam menjaga persatuan dan kesatuan seperti semboyan negara Bhineka Tunggal Ika.

Sejarah yang terjadi itu menunjukan bahwa negara ini sangat rentan terhadap ancaman ideologi yang dianggap menyimpang. Oleh karena itu, Mikdad menegaskan bahwa pentingnya belajar dan memahami setiap peristiwa sejarah terutama untuk generasi muda.

Berita Terkait:  Ketua DPRD Kabgor Dorong Sensus Ekonomi 2026 Hasilkan Data Berkualitas untuk Pembangunan

“Ini berguna sebagai landasan pemahaman kebangsaan agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi yang dapat saja mengancam keutuhan bangsa,” tegasnya.

Generasi muda harus dibekali dengan wawasan kebangsaan serta pemahaman dan pengetahuan tentang sejarah bangsa ini. Hal ini kata Mikdad, agar mereka tidak terpengaruh dengan informasi yang tidak akurat yang mencoba memberikan fakta sejarah.

Berita Terkait:  Bahas Soal Anggaran, Komisi II Dekab Gorut bakal Rapat dengan OPD

Untuk itu aleg Nasdem tersebut berharap agar menjadikan setiap peristiwa sejarah

sebagai alarm dalam rangka meningkatkan kewaspadaan bersama dalam rangka menjaga

persatuan dan kesatuan dari berbagai potensi yang mencoba mengikutinya.(*)

Penulis: Alosius Marthen Budiman