Kota Gorontalo

Guru Penggerak, Program Strategis untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan

×

Guru Penggerak, Program Strategis untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Share this article
Guru Penggerak, Program Strategis untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Pj Wali Kota Gorontalo, Ismail Madjid ketika memberikan sambutan pada kegiatan panen lokakarya 7 guru penggerak angkatan 11 tahun 2024, di SMA N 1 Gorontalo, Sabtu (7/12/2024). (Foto: Prokopim Pemkot Gorontalo)

Hargo.co.id, GORONTALO – Balai guru penggerak (BGP) Provinsi Gorontalo menggelar panen lokakarya 7 guru penggerak angkatan 11 tahun 2024, di SMA N 1 Gorontalo, Sabtu (7/12/2024).

Berita Terkait:  Jumlah Pengangguran di Kota Gorontalo Capai 4.130 Orang

Penjabat (Pj) Wali Kota Gorontalo, Ismail Madjid turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dia juga didaulat untuk memberikan sambutan pada agenda yang diselenggaran pagi hari itu.

Dalam sambutannya, Ismail menegaskan, pendidikan adalah investasi terbesar yang mutlak diberikan kepada generasi penerus bangsa.

Berita Terkait:  Sepi Pengunjung, Pendapatan Pedagang Pasar Sentral Nyungsep

“Bapak ibu sekalian, pendidikan adalah investasi terbesar yang dapat kita berikan kepada generasi penerus. Dan pendidikan bukan hanya sekedar transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, pengembangan kompetensi dan penanaman nilai nilai luhur,” tutur Ismail.

Oleh karena itu, kata Ismail program guru penggerak merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Gorontalo.

Berita Terkait:  Marten Kembali Bongkar Kabinet, Bukan Karena Like and Dislike

“Para guru penggerak yang telah mengikuti program ini telah mewujudkan dedikasi dan komitmen yang tinggi dalam mengembangkan diri dan memberikan yang terbaik bagi peserta didik,” kata Ismail.

Sementara, terkait lokakarya yang dilaksanakan, bagi Ismail adalah sebuah wadah bagi guru penggerak untuk menunjukkan karya nyata yang dibuat.

Berita Terkait:  Adhan Tekankan Peran Lurah Sebagai Garda Terdepan Pelayan Masyarakat

“Inovasi pembelajaran yang telah dihasilkan merupakan bukti bahwa bapak ibu semua mampu menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing,” ungkapnya.

Ismail berharap, hasil-hasil karya yang dipamerkan pada lokakarya itu dapat menginsiprasi guru-guru lain untuk terus berinovasi.

Berita Terkait:  Kritikan HMI Kelangkaan LPG 3 Kg Salah Alamat, Syawal Perlu Banyak Belajar

“Mari kita jadikan momen ini sebagai titik awal untuk membangun kolaborasi yang lebih erat antara guru, sekolah dan masyarakat,” tutup Ismail.(Rls)