Hargo.co.id, GORONTALO – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, hanya tersenyum saat membaca sebuah berita yang tayang di salah satu media online. Berita tersebut memuat artikel berjudul “Satu Tahun Memimpin, Berikut Daftar Kesalahan Wali Kota Adhan Dambea di Mata Publik.”
Alih-alih marah, Adhan justru menanggapi santai pemberitaan yang menurutnya jauh dari kaidah jurnalistik dan sudah menjurus pada fitnah. Baginya, tudingan semacam itu bukan hal baru.
Adhan Dambea mengaku sudah terbiasa menghadapi berbagai tuduhan yang tidak berdasar. Maklum, dirinya bukan orang baru di dunia politik.
Sejak dipercaya publik menduduki berbagai jabatan politis, berbagai fitnah dan serangan serupa sudah berulang kali dialaminya.
Hal terpenting bagi Adhan adalah menjaga integritas selama mengemban amanah publik.
Ia menegaskan, selama menjabat baik sebagai wakil rakyat maupun kepala daerah, dirinya tidak pernah terlibat dalam kasus korupsi.
“Dari periode pertama saya jadi wali kota, Alhamdulillah jauh dari yang namanya korupsi. Insyaallah di periode kedua juga saya akan istiqomah tidak terlibat dalam pusaran korupsi,” tegas Adhan Dambea pada rapat evaluasi yang diselenggarakan Pemerintah Kota Gorontalo, Selasa (10/3/2026).
Saat ditanya mengenai berbagai tuduhan kesalahan yang dimuat media tersebut, Adhan kembali menanggapinya dengan tenang.
Menurutnya, biarlah capaian dan penghargaan yang diraih Pemerintah Kota Gorontalo selama setahun terakhir menjadi jawaban.
Sepanjang satu tahun kepemimpinannya, Pemerintah Kota Gorontalo tercatat telah meraih sedikitnya 25 penghargaan dari berbagai lembaga dan institusi.
Berikut deretan prestasi yang dianugerahi kepada Adhan:
- Penghargaan UHC Award
- Penghargaan Menjaga Toleransi Umat Beragama
- Penghargaan SPMB
- Penghargaan KORPRI Pusat
- Penghargaan Pencegahan dan Penurunan Stunting
- Penghargaan KKS Swasti Saba
- Penghargaan Germas SAPA
- Juara II Kelurahan Aman Pangan
- Juara I Pasar Pangan Aman
- Juara I Ketegori Sekolah dengan PJAS Aman Tingkat SD
- Juara I Ketegori Selolah dengan PJAS Aman Tingkat SMP
- Terbaik II TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik Kawasan Sulawesi
- Penghargaan Integrasi 4 Sistem dari BPJS
- Penais Award
- Penghargaan Menyukseskan Pemilu 2024
- Penghargaan Kinerja dan Kepedulian Sukseskan Program Pelestarian Bahasa Daerah
- Paritrana Award
- BAZNAS Award
- Pemda dengan Pengelolaan BMD ategori Pemindahtanganan Terbesar
- Terbaik II Pelaksanaan Konvergensi Penurunan Stunting Terintegrasi
- Terbaik I Pengajuan DAK Fisik Tahun 2025
- Terbaik II Penyaluran DAK Fisik Tahun 2025
- Lima Besar Terbaik Nasional IDSD Tahun 2025
- IBM Kelurahan Buliide Atas Capaian Fase Prima Unit Intervensi Berbasis Masyarakat
- Penghargaan Komitmen RSUD Aloei Saboe Atas Komitmen FKRTL
Adhan menegaskan, berbagai penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras pemerintah daerah bersama seluruh jajaran, bukan diperoleh melalui lobi atau bahkan dengan membayar lembaga pemberi penghargaan. Menurutnya, praktik seperti itu sangat ia haramkan.
“Fokus kerja saja. Kalau kita bekerja dengan ikhlas dan sesuai aturan, pasti hasilnya akan datang dengan sendirinya. Penghargaan juga bukan tujuan utama kita. Buat apa penghargaan kalau masyarakat tidak merasakan dampaknya,” pungkas wali kota dua periode itu. (Ndi)












