Kota Gorontalo

Diserang Kritik Tanpa Bukti, Adhan Hanya Tersenyum: Biarkan Prestasi yang Menjawab

×

Diserang Kritik Tanpa Bukti, Adhan Hanya Tersenyum: Biarkan Prestasi yang Menjawab

Sebarkan artikel ini
Adhan Sesalkan Sikap Oknum Dosen FH UNG yang Gunakan Keahlian untuk Kepentingan Kelompok - Tersenyum
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea.

Hargo.co.id, GORONTALO – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, hanya tersenyum saat membaca sebuah berita yang tayang di salah satu media online. Berita tersebut memuat artikel berjudul “Satu Tahun Memimpin, Berikut Daftar Kesalahan Wali Kota Adhan Dambea di Mata Publik.”

Berita Terkait:  RPJMD 2025-2029 Disesuaikan dengan Visi dan Misi Pimpinan Daerah Terpilih

Alih-alih marah, Adhan justru menanggapi santai pemberitaan yang menurutnya jauh dari kaidah jurnalistik dan sudah menjurus pada fitnah. Baginya, tudingan semacam itu bukan hal baru.

Adhan Dambea mengaku sudah terbiasa menghadapi berbagai tuduhan yang tidak berdasar. Maklum, dirinya bukan orang baru di dunia politik.

Berita Terkait:  Halaman Kantor Wali Kota Gorontalo Disulap jadi Dapur Umum

Sejak dipercaya publik menduduki berbagai jabatan politis, berbagai fitnah dan serangan serupa sudah berulang kali dialaminya.

Hal terpenting bagi Adhan adalah menjaga integritas selama mengemban amanah publik.

Berita Terkait:  Dari Parkir ke Pembangunan: Peran dan Eksistensi Retribusi Parkir di Kota Gorontalo

Ia menegaskan, selama menjabat baik sebagai wakil rakyat maupun kepala daerah, dirinya tidak pernah terlibat dalam kasus korupsi.

“Dari periode pertama saya jadi wali kota, Alhamdulillah jauh dari yang namanya korupsi. Insyaallah di periode kedua juga saya akan istiqomah tidak terlibat dalam pusaran korupsi,” tegas Adhan Dambea pada rapat evaluasi yang diselenggarakan Pemerintah Kota Gorontalo, Selasa (10/3/2026).

Berita Terkait:  Pemkot Gorontalo Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan Aman

Saat ditanya mengenai berbagai tuduhan kesalahan yang dimuat media tersebut, Adhan kembali menanggapinya dengan tenang.

Menurutnya, biarlah capaian dan penghargaan yang diraih Pemerintah Kota Gorontalo selama setahun terakhir menjadi jawaban.

Berita Terkait:  Ismail Madjid Resmikan 32 PSU dan Lampu Jalan di Santorini

Sepanjang satu tahun kepemimpinannya, Pemerintah Kota Gorontalo tercatat telah meraih sedikitnya 25 penghargaan dari berbagai lembaga dan institusi.

Berikut deretan prestasi yang dianugerahi kepada Adhan:

  1. Penghargaan UHC Award
  2. Penghargaan Menjaga Toleransi Umat Beragama
  3. Penghargaan SPMB
  4. Penghargaan KORPRI Pusat
  5. Penghargaan Pencegahan dan Penurunan Stunting
  6. Penghargaan KKS Swasti Saba
  7. Penghargaan Germas SAPA
  8. Juara II Kelurahan Aman Pangan
  9. Juara I Pasar Pangan Aman
  10. Juara I Ketegori Sekolah dengan PJAS Aman Tingkat SD
  11. Juara I Ketegori Selolah dengan PJAS Aman Tingkat SMP
  12. Terbaik II TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik Kawasan Sulawesi
  13. Penghargaan Integrasi 4 Sistem dari BPJS
  14. Penais Award
  15. Penghargaan Menyukseskan Pemilu 2024
  16. Penghargaan Kinerja dan Kepedulian Sukseskan Program Pelestarian Bahasa Daerah
  17. Paritrana Award
  18. BAZNAS Award
  19. Pemda dengan Pengelolaan BMD ategori Pemindahtanganan Terbesar
  20. Terbaik II Pelaksanaan Konvergensi Penurunan Stunting Terintegrasi
  21. Terbaik I Pengajuan DAK Fisik Tahun 2025
  22. Terbaik II Penyaluran DAK Fisik Tahun 2025
  23. Lima Besar Terbaik Nasional IDSD Tahun 2025
  24. IBM Kelurahan Buliide Atas Capaian Fase Prima Unit Intervensi Berbasis Masyarakat
  25. Penghargaan Komitmen RSUD Aloei Saboe Atas Komitmen FKRTL
    Berita Terkait:  Dianggap Pengemis, Dinas Sosial Minta Masyarakat Tidak Berikan Uang Pada Badut

Adhan menegaskan, berbagai penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras pemerintah daerah bersama seluruh jajaran, bukan diperoleh melalui lobi atau bahkan dengan membayar lembaga pemberi penghargaan. Menurutnya, praktik seperti itu sangat ia haramkan.

“Fokus kerja saja. Kalau kita bekerja dengan ikhlas dan sesuai aturan, pasti hasilnya akan datang dengan sendirinya. Penghargaan juga bukan tujuan utama kita. Buat apa penghargaan kalau masyarakat tidak merasakan dampaknya,” pungkas wali kota dua periode itu. (Ndi) 

Berita Terkait:  Proses Penyidikan Tak Ganggu Kelanjutan Pekerjaan Proyek Panjaitan