Hargo.co.id, GORONTALO – Warga di sekitar kawasan Indogrosir melayangkan protes kepada pihak perusahaan terkait pembangunan saluran tersier yang diduga tidak sesuai dengan ukuran awal.
Kondisi itu disebut menjadi pemicu banjir yang kerap terjadi saat hujan turun di wilayah tersebut. Meski genangan air tidak terlalu tinggi, warga mengaku banjir sudah cukup merugikan karena merendam rumah dan lingkungan sekitar.
“Dulu sebelum ada Indogrosir, air tidak pernah meluap. Sekarang hujan sedikit saja sudah masuk ke permukiman,” ungkap salah seorang warga.
Warga menduga banjir terjadi akibat penyempitan ukuran saluran tersier yang dibangun pihak perusahaan, sehingga tidak mampu menampung debit air ketika hujan deras.
“Kalau saluran yang dibangun pemerintah lebarnya sekitar 65 sentimeter, sedangkan yang dibangun Indogrosir hanya sekitar 42 sentimeter,” kata warga lainnya.
Saluran tersier tersebut diketahui dibangun atas permintaan pihak perusahaan kepada Balai Sungai, karena jalur irigasi sebelumnya melintasi area pembangunan Indogrosir.
Warga menjelaskan, sebelumnya saluran air mengarah lurus ke kawasan kantor Bapperida. Namun setelah pembangunan Indogrosir, aliran tersebut dibelokkan ke arah barat.
“Yang jadi masalah itu di bagian belokan. Lebarnya berbeda dengan saluran awal,” ujar warga.
Selain dugaan penyempitan saluran, warga juga menyoroti adanya drainase pembuangan di bagian depan Indogrosir yang dinilai mengurangi tinggi saluran tersier dan menghambat aliran air.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Lurah Liluwo, Martien Fajar Purwadi Harras, mengaku telah meminta pengelola Indogrosir untuk segera membongkar drainase pembuangan yang dianggap mengganggu aliran air.
“Janji mereka segera ditangani,” kata Martien, Selasa (19/5/2026).
Martien juga mengaku pihak kelurahan tidak pernah dilibatkan dalam proses perubahan saluran tersier tersebut.
“Saya baru tahu setelah selesai dibangun. Tidak ada koordinasi dengan pihak kelurahan,” tegasnya.(Ndi)












