Hargo.co.id, GORONTALO – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk menjadikan dana kelurahan sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Setiap program pembangunan yang dibiayai melalui dana tersebut diminta melibatkan warga setempat sebagai tenaga kerja utama.
Penegasan itu disampaikan Adhan saat memimpin rapat koordinasi bersama pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dari berbagai kecamatan dan kelurahan di Bandhayo Lo Yiladia (BLY), Rabu (3/6/2026).
Menurut Adhan, dana kelurahan tidak hanya berfungsi membiayai pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat. Maka dari itu, proyek-proyek yang dikerjakan di lingkungan kelurahan wajib memprioritaskan warga sekitar.
“Kalau pekerjaan itu berada di satu kelurahan, maka yang harus diberdayakan adalah masyarakat di wilayah tersebut. Jangan sampai kesempatan kerja justru dinikmati warga dari luar, sementara masyarakat setempat tidak dilibatkan,” tegas Adhan Dambea.
Ia menilai pola tersebut penting untuk memperkuat perputaran ekonomi di tingkat kelurahan sekaligus meningkatkan rasa memiliki masyarakat terhadap hasil pembangunan yang dilaksanakan pemerintah.
Selain menyoroti pemberdayaan warga, Adhan juga meminta agar dana kelurahan difokuskan pada kebutuhan yang paling mendesak, terutama perbaikan saluran drainase, penataan lingkungan, dan infrastruktur dasar yang langsung dirasakan masyarakat.
Ia menjelaskan, alokasi dana kelurahan yang mencapai sekitar Rp200 juta per wilayah harus dikelola secara efektif dan sesuai aturan. Porsi terbesar diarahkan untuk pembangunan fisik, sementara sisanya digunakan untuk kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Adhan turut menekankan pentingnya keterlibatan LPM dalam seluruh proses pembangunan di tingkat kelurahan maupun kecamatan.
Menurutnya, LPM harus menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus jembatan aspirasi masyarakat.
“Setiap program yang akan dilaksanakan harus dikomunikasikan dengan LPM. Kehadiran mereka sangat penting agar pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga dan tepat sasaran,” ujarnya.
Lebih lanjut, Adhan Dambea mengungkapkan rencana Pemerintah Kota untuk mengukuhkan pengurus LPM secara serentak mulai dari tingkat kota, kecamatan hingga kelurahan. Agenda tersebut direncanakan berlangsung di Stadion Merdeka Kota Gorontalo sebagai bentuk penguatan peran lembaga kemasyarakatan dalam pembangunan daerah.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, LPM, dan masyarakat semakin kuat sehingga setiap program yang dijalankan
mampu menjawab kebutuhan riil warga serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke tingkat lingkungan.
“LPM harus hadir sebagai penggerak dan pengawal pembangunan. Jika kolaborasi ini berjalan baik, maka pembangunan di kelurahan akan semakin efektif, partisipatif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.(Adv)












