Legislatif

Komisi IV DPRD Kabgor Fasilitasi Penyelesaian Polemik di SDN 15 Tibawa

×

Komisi IV DPRD Kabgor Fasilitasi Penyelesaian Polemik di SDN 15 Tibawa

Share this article
Komisi IV DPRD Kabgor Fasilitasi Penyelesaian Polemik di SDN 15 Tibawa
Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kabupaten Gorontalo terkait persoalan yang terjadi di SDN 15 Tibawa.

Hargo.co.id, GORONTALO – Komisi IV DPRD Kabupaten Gorontalo turun tangan memfasilitasi penyelesaian persoalan yang sempat mencuat di SDN 15 Tibawa melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang menghadirkan pihak sekolah, orang tua siswa, serta instansi terkait, Selasa (9/6/2026).

Berita Terkait:  Pemkab Gorut Didorong Optimalkan Potensi PAD

Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai persoalan yang berkembang sekaligus membangun kesepahaman antara seluruh pihak agar polemik tidak berlarut-larut.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gorontalo, Jayusdi Rivai, mengatakan forum tersebut menjadi ruang dialog untuk mendengarkan langsung penjelasan dari masing-masing pihak.

Berita Terkait:  Draft Ranperda PPHD Ditargetkan Rampung Desember

Dari hasil pertemuan, DPRD menilai persoalan yang terjadi lebih disebabkan oleh perbedaan pemahaman dan kurangnya komunikasi.

“Semua pihak telah menyampaikan penjelasannya secara terbuka. Yang terpenting, masing-masing sudah saling memahami dan tidak ada lagi kesalahpahaman yang perlu diperdebatkan,” ujar Jayusdi Rivai.

Berita Terkait:  Pansus Targetkan Ranperda KPK Rampung Bulan Ini

Dalam rapat itu, pihak guru menjelaskan bahwa langkah yang diambil selama proses pembelajaran semata-mata bertujuan mendukung kegiatan pendidikan di sekolah.

Penjelasan tersebut diterima oleh orang tua siswa sehingga suasana yang sebelumnya memanas dapat kembali kondusif.

Berita Terkait:  Gelar Rapat Evaluasi, Komisi III DPRD Gorut Bahas Kerjasama antara Pemkab dengan PT. GAB

Meski persoalan utama telah menemukan titik temu, Komisi IV menaruh perhatian pada dampak psikologis yang mungkin dirasakan oleh siswa maupun tenaga pendidik akibat polemik yang sempat berkembang di ruang publik.

Menurut Jayusdi Rivai, kenyamanan belajar anak harus menjadi prioritas utama. Maka dari itu, semua pihak diminta memberikan dukungan agar siswa tetap dapat menjalani proses pendidikan secara normal tanpa tekanan.

Berita Terkait:  Aleg Dekab Boalemo Jamin TPP ASN Terbayar Hingga Desember

“Fokus kita sekarang adalah memastikan anak tetap merasa nyaman di sekolah. Begitu juga guru harus diberikan ruang untuk menjalankan tugasnya dengan baik,” katanya.

Selain membahas penyelesaian persoalan, DPRD juga menyoroti pentingnya pemahaman orang tua terhadap metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah, termasuk pada mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBDP) yang menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kasus tersebut.

Berita Terkait:  Pembahasan KUA-PPAS Perubahan APBD 2023 Tuntas, Roni: Segera Masukkan RKA

Komisi IV menilai komunikasi yang intensif antara sekolah dan orang tua sangat diperlukan agar setiap kegiatan pembelajaran dapat dipahami secara menyeluruh dan tidak menimbulkan persepsi yang berbeda.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, DPRD mendorong Dinas Pendidikan meningkatkan fungsi pendampingan dan pengawasan terhadap pelaksanaan pembelajaran di sekolah.

Berita Terkait:  Komisi I Dekab Gorut Desak Pemda Segera Tuntaskan Penginputan 750 PPPK PW

Pengawas pendidikan diharapkan lebih aktif membangun komunikasi dengan satuan pendidikan serta orang tua siswa.

Di sisi lain, peran komite sekolah juga dinilai perlu diperkuat sebagai jembatan komunikasi antara pihak sekolah dan wali murid.

Berita Terkait:  APBD-P 2023 Kabupaten Gorut Ditetapkan, Pendapatan Naik 1.7 Persen

Dengan adanya wadah komunikasi yang berjalan baik, setiap persoalan dapat diselesaikan lebih cepat sebelum berkembang menjadi polemik yang lebih luas.

“Komite sekolah harus menjadi ruang dialog yang efektif. Ketika ada persoalan, semua pihak bisa duduk bersama mencari solusi terbaik,” tegas Jayusdi.

Berita Terkait:  Iskandar Warning Kontraktor Proyek Revitalisasi Irigasi Desa Pone

Komisi IV berharap peristiwa yang terjadi di SDN 15 Tibawa menjadi pelajaran penting

bagi seluruh pihak tentang pentingnya komunikasi dalam dunia pendidikan.

Berita Terkait:  Paripurna Pengesahan APBD 2025 Kabupaten Gorontalo Diwarnai Tangis

DPRD menilai musyawarah dan dialog tetap menjadi cara terbaik untuk menyelesaikan persoalan yang muncul di lingkungan sekolah.

“Tujuan kita sama, yaitu memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik dalam suasana yang aman, nyaman,

Berita Terkait:  Pemkab Gorut Didorong Optimalkan Potensi PAD

dan mendukung tumbuh kembang mereka,” pungkas Jayusdi.(Deice)